Advertisement
Rusia Serang PLTN Ukraina, Bisa Jadi Bencana 10 Kali Lebih Besar dari Nuklir Chernobyl
Foto yang diabadikan pada 29 November 2016 ini menunjukkan penutup pelindung baru pada reaktor nuklir Chernobyl No.4 yang hancur di PLTN Chernobyl, yang terletak 110 kilometer di utara Kiev, ibu kota Ukraina. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Serangan pasukan Rusia ke pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Kota Enerhodar, Ukraina menuai kecaman dari para pemimpin dunia karena dinilai sangat membahayakan dan akibatnya sangat fatal.
Dikutip melalui akun Twitter @DmytroKuleba, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba melalui cuitannya mengatakan PLTN ini disebut-sebut bakal memberikan dampak sepuluh kali lebih besar dibandingkan PLTN Chernobyl bila meledak.
Advertisement
Bahkan, dia menilai kiamat nuklir yang lebih parah akan terjadi dibandingkan Chernobyl jika PLTN terbesar di Eropa itu meledak.
"Rusia menembak Zaporizhzhia dari segala arah, PLTN terbesar di Eropa. Kebakaran sempat terjadi. Jika itu meledak, maka [ledakannya] akan jadi 10 kali lebih besar dari Chernobyl. Rusia harus menghentikan serangan dan membiarkan pemadam kebakaran masuk untuk mengamankan situasi," ujarnya, dikutip dari akun Twitter @DmytroKuleba, Jumat (4/2/2022).
Lebih lanjut, Kuleba meminta pasukan Rusia berhenti menyerang PLTN terbesar di Eropa tersebut, sebab PLTN Zaporizhia diketahui memasok sekitar 40 persen tenaga nuklir negara itu.
Dikutip melalui The Times, Juru Bicara PLTN Zaporizhzhia Andrei Tuz mengatakan kebakaran terjadi di PLTN akibat dari serangan berbagai sisi yang dilakukan oleh Rusia pada Jumat (4/3/2022).
"Akibat penembakan oleh pasukan Rusia di PLTN Zaporizhia, kebakaran terjadi," katanya seperti dilansir The Times, Jumat (4/3/2022).
Presiden Ukraina Volodymr Zelensky pun menuduh Rusia mencoba mengulangi bencana nuklir Chernobyl. Adapun, dirinya mengaku telah berbicara dengan para pemimpin internasional, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tentang kebakaran di PLTN Zaporizhzhia akibat serangan Rusia.
Sekadar informasi, Reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Ukraina, dilaporkan terbakar akibat serangan militer Rusia. Kerusakan PLTN itu terbilang menakutkan karena efeknya bisa sangat berbahaya dan mematikan bagi manusia.
Dikutip melalui Green Peace, PLTN Zaporizhzhia pertama kali dibangun pada 1979, kemudian mulai beroperasi pada 1984. Adapun, pembangkit ini memiliki enam reaktor nuklir yang total menghasilkan listrik hingga 6.000 megawatt. PLTN Zaporizhzhia merupakan yang terbesar di Eropa dan terbesar kesembilan di dunia.
PLTN Zaporizhzhia menghasilkan 19 persen listrik Ukraina pada 2020. Selain memiliki enam reaktor besar, pembangkit ini juga memiliki enam kolam pendingin dengan ratusan ton bahan bakar nuklir radioaktif tinggi.
BACA JUGA: Mengenal Tradisi Ciuman Massal di Bali, Khusus bagi yang Single
Sementara itu, menurut laporan The Guardian, tiga reaktor yang sebelumnya beroperasi telah ditutup sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini dilakukan untuk menghindari skenario terburuk, di mana ledakan menghancurkan penahanan reaktor dan sistem pendingin, PLTN Zaporizhzhia berpotensi melepaskan radioaktivitas dari inti reaktor.
Jika kolam bahan bakar nuklir terbakar, bekas kebakaran meluap ke atmosfer dan dapat menciptakan bencana yang jauh lebih buruk daripada bencana PLTN Fukushima Daiichi pada 2011.
Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan bahwa radiasi di pembangkit tersebut dalam batas normal dan kondisi kebakaran di pembangkit tersebut normal. Dilaporkan bahwa kebakaran terjadi di sebuah gedung di luar pembangkit listrik.
Mereka kemudian melaporkan unit daya ketiga di pembangkit itu terputus pada pukul 2.26 pagi, meninggalkan hanya satu dari enam unit pembangkit, unit keempat, yang masih beroperasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 24 Maret 2026, Simak Waktunya
- Cuaca Jogja Selasa Ini Didominasi Cerah, Ini Rinciannya
- Ketegangan Memanas, Iran Sebut Tak Ada Negosiasi dengan AS
- Trans Jogja Makin Praktis, Ini Rute dan Tarifnya
- Arus Balik Semarang Padat, 2.000 Kendaraan per Jam
- Jadwal KA Bandara YIA 24 Maret 2026, Cek di Sini
- Cek Jadwal Bus DAMRI ke Bandara YIA
Advertisement
Advertisement








