Prabowo Sebut Ketahanan Pangan Jadi Tanggung Jawab Bersama

Akbar Evandio
Akbar Evandio Jum'at, 17 Juli 2026 20:27 WIB
Prabowo Sebut Ketahanan Pangan Jadi Tanggung Jawab Bersama

Presiden Prabowo Subianto. Antara/Galih Pradipta

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa. Upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, tetapi juga melibatkan TNI, Polri, kementerian dan lembaga, badan usaha milik negara, hingga masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya Padi, Tebu, dan Kedelai di lahan garapan binaan TNI Lanud Abdulrachman Saleh, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Kegiatan panen raya itu dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan nasional.

"Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, penyelenggaraan panen raya terintegrasi menunjukkan bahwa ketahanan pangan membutuhkan semangat persatuan dan gotong royong dari seluruh elemen bangsa.

"Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa," katanya.

Prabowo mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BUMN, serta masyarakat dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Ia juga membandingkan pelaksanaan panen raya kali ini dengan panen raya jagung bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang digelar pada 16 Mei 2026. Menurutnya, kedua kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa berbagai institusi negara dapat berkontribusi secara nyata dalam mendukung ketahanan pangan.

"Dua bulan lalu, tepatnya 16 Mei 2026, kita menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. Hari ini kita menyaksikan panen TNI, ada tebu, ada kedelai, ada padi," ujarnya.

Prabowo menegaskan keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pangan tidak mengurangi tugas pokok kedua institusi dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara. Sebaliknya, hal tersebut menunjukkan kedekatan TNI dan Polri dengan masyarakat.

"TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, TNI dan Polri harus selalu hadir bersama masyarakat, terutama ketika rakyat menghadapi berbagai persoalan.

"TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah nyata dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

"Selama rakyat hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, berbuat langkah-langkah yang benar, langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengapresiasi kerja keras para menteri, kepala lembaga, Panglima TNI, dan Kapolri dalam menjalankan berbagai program pemerintah. Ia menilai intensitas pekerjaan yang tinggi menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional.

"Saya bangga beberapa minggu ini. Saya melihat kerja keras semua unsur, menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat," ujarnya.

Bahkan, menurut Prabowo, tingginya intensitas kerja membuat sejumlah pejabat pemerintah harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan.

"Terus terang saja, ada yang ambruk, masuk rumah sakit karena kerja keras," kata Prabowo.

Presiden menegaskan percepatan pelaksanaan berbagai program pemerintah dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum menikmati taraf hidup yang layak meskipun Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam melimpah.

"Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita. Sehingga pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya," tegasnya.

Penguatan ketahanan pangan nasional menjadi salah satu program yang terus dipercepat pemerintah melalui kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan berbagai institusi diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online