Bareskrim Bongkar Manipulasi BEC, Perusahaan AS Rugi Rp5 Miliar
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Ilustrasi Rusia. Freepik
Harianjogja.com, MOSKOW—Pemerintah Rusia mengecam keras kebijakan terbaru Amerika Serikat yang kembali memperketat tekanan ekonomi terhadap Kuba. Moskow menilai langkah Washington tersebut sebagai bentuk pencekikan ekonomi yang berpotensi memperburuk stabilitas dan melanggar prinsip kedaulatan negara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Sabtu (31/1) menyampaikan bahwa pembatasan terbaru yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Kuba mencerminkan strategi sistematis untuk menekan negara lain melalui instrumen ekonomi dan politik.
Zakharova menyoroti penetapan status darurat nasional oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari pola tekanan yang dinilai Rusia kerap digunakan Washington dalam menghadapi negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingannya. Menurutnya, kebijakan semacam itu tidak dapat dibenarkan dalam hubungan internasional modern.
Sebelumnya, pada Kamis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan tarif impor terhadap negara-negara pemasok minyak ke Kuba. Dalam keputusan yang sama, Trump juga menetapkan status darurat nasional terkait kebijakan tersebut.
Trump menyatakan bahwa kebijakan tarif dan penetapan status darurat itu dilakukan untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat dari ancaman yang, menurut klaim Washington, berasal dari Kuba.
Menanggapi langkah tersebut, Zakharova menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat merupakan bentuk kambuhnya strategi “tekanan maksimum” yang bertujuan mencekik perekonomian Kuba. Ia menilai sanksi sepihak semacam itu tidak dapat diterima karena bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta melanggar kedaulatan negara merdeka.
“Kami mengutuk keras langkah pelarangan yang tidak sah terhadap Havana, termasuk segala bentuk tekanan terhadap para pemimpin dan rakyat Kuba,” ujar Zakharova dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama antara Rusia dan Kuba tidak diarahkan terhadap negara ketiga mana pun. Moskow, kata Zakharova, akan terus mengembangkan hubungan bilateral dengan Havana demi kepentingan kedua negara, sekaligus berkontribusi pada keamanan dan stabilitas internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.