Advertisement

94 Lubang Bekas Tambang Terungkap di Ibu Kota Negara Baru, Ini Respons Jubir Luhut

Rayful Mudassir
Kamis, 03 Februari 2022 - 19:07 WIB
Budi Cahyana
94 Lubang Bekas Tambang Terungkap di Ibu Kota Negara Baru, Ini Respons Jubir Luhut Desain eksterior yang bakal menjadi Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur, Selasa (4/1/2022). - Antara @nyoman_nuarta

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia bersama sejumlah koalisi masyarakat sipil mengungkapkan 94 lubang bekas tambang batu bara di lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru. Nama Luhut Binsar Pandjaitan terseret.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Desember 2019, tercatat setidaknya ada lima perusahaan meninggalkan lubang tambang batu bara yang paling banyak. Mereka adalah PT Singlurus Pratama (22 lubang), PT Perdana Maju Utama (16 lubang), CV Hardiyatul Isyal (10 lubang), PT Palawan Investama (9 lubang), dan CV Amindo Pratama (8 lubang).

BACA JUGA: Ini Sebaran 2.078 Tambang Mineral & batu Bara yang Dicabut Izin Usahanya, Ada yang di DIY

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Kawasan IKN dibagi menjadi tiga ring. Ring satu seluas 5.644 hektare yang disebut sebagai kawasan inti pusat pemerintahan. Ring dua seluas 42.000 hektare dan ring tiga seluas 133.321 hektare.

Dalam laporan serupa, pada ring dua terdapat konsesi lahan yang didominasi oleh Sukanto Tanoto, serta Hashim Djojohadikusumo. Kemudian diikuti oleh pengusaha lainnya yang terkait dengan 158 konsesi tambang, sawit, dan hutan.

Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menurut laporan itu juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT International Timber Corporation Indonesia Kartika yang diberikan IUPHHK-HA seluas 173.395 hektare di ring dua IKN.

Di kawasan itu juga terdapat tiga perusahaan tambang milik keluarga mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto, yakni PT Eka Dwi Panca, PT Mutiara Panca Pesona, dan PT Panca Arta Mulia Serasi.

Nama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga disebut memiliki perusahaan tambang di wilayah IKN. Namanya masuk dalam kepemilikan saham PT Toba Group dengan anak usahanya, antara lain PT Adimitra Baratama Nusantara, PT Trisensa Mineral Utama, PT Kutai Energi, PT Indomining, dan perkebunan sawit PT Perkebunan Kaltim Utama I.

Perusahaan-perusahaan milik Luhut diklaim meninggalkan 50 lubang tambang yang menganga dan diduga akan mendapatkan keuntungan pemutihan dari kewajiban reklamasi.

Advertisement

Klarifikasi Jubir Luhut Pandjaitan

Juru Bicara Menko Marinves Jodi Mahardi menerangkan Luhut hanya memiliki 10 persen saham di TBS Energi Utama, serta tidak memiliki perwakilan di Dewan Komisaris maupun Dewan Direksi.

“Jadi mohon ditanyakan langsung kepada manajemen TBS, tapi yang pasti, sepertinya 50 lubang enggak bener deh,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (3/2/2022).

Sementara itu, Peneliti dari Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman membenarkan adanya lubang bekas tambang di wilayah IKN. Akan tetapi, dia meyakini lubang tersebut telah ditutup.

Advertisement

BACA JUGA: Ini Orang-Orang Dekat Jokowi dalam Bisnis Tambang Batu Bara

Meski demikian, dia menerangkan bahwa Kalimantan Timur memang merupakan daerah tambang. 65 persen batu bara disumbang dari kawasan itu dan menyumbang 21 persen dari total minyak nasional, serta 24 persen produksi gas nasional.

“Jadi kita bangun Ibu Kota impian di tengah industri ekstraktif,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

134 Orang Meninggal Dunia di Bantul Sepanjang Tahun Ini karena Kecelakaan Lalu Lintas

Bantul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement