Advertisement

Mata Air Terancam, Warga Dieng Tolak Pengeboran Panas Bumi

Sirojul Khafid
Sabtu, 15 Januari 2022 - 15:57 WIB
Budi Cahyana
Mata Air Terancam, Warga Dieng Tolak Pengeboran Panas Bumi Audiensi warga dengan Plt. Bupati Banjarnegara di Karangtengah, Batur, Banjarnegara, Rabu (12/1/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANJARNEGARA – Warga di kawasan dataran tinggi Dieng, tepatnya di Desa Karangtengah, Batur, Banjarnegara menolak rencana pengeboran untuk proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Proyek tersebut mengebor sepuluh sumur. Empat sumur di antaranya berada di Karangtengah.

Salah satu warga Karangtengah, Syamsuddin, mengatakan proyek ini berpotensi mencemari mata air warga. Sebab, proyek pengeboran sebelumnya juga mencemari mata air.

“Selain empat proyek yang akan dibangun di Karangtengah, sebelumnya pernah ada proyek serupa di desa sebelah (Pawuhan). Mata air di sana merupakan sumber air desa kami. Sebelum pengeboran, airnya biasa, namun setelah pengeboran airnya menjadi asin,” kata Syamsuddin saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (15/1/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Mata air tersebut menjadi andalan warga. Namun, air tetap asin meski sudah dimasak. Tercemarnya mata air ini sudah berlangsung sekitar satu tahun.

Rencana proyek pengeborani juga berdekatan dengan sumber mata air lain yang dimanfaatkan masyarakat tetangga desa Karangtengah. Jaraknya hanya sekitar 400 meter. Tidak hanya Karangtengah, potensi pencemaran air bisa menyebar ke desa-desa lain.

Selain permasalahan mata air, proyek ini juga meresahkan lantaran bersebelahan langsung dengan permukiman. Hanya satu meter jarak antar proyek dan rumah. “Sehingga ada potensi dampak polusi udara, suara, serta keselamatan,” Syamsuddin.

Proyek sudah berjalan sejak setahun lalu. “Belum ada sosialisasi sama sekali, ibarat mau masuk rumah perlu permisi dulu,” kata Syamsuddin.

Pada Rabu (12/1/2022) warga Karangtengah beraudiensi dengan Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin. Warga sempat membawa sampel air yang telah tercemar. Masukan warga dalam audiensi akan menjadi bahan untuk masukan kepada perusahaan pengebor.

Advertisement

“Informasi sudah kami tampung selanjutnya akan kami klarifikasi dan koordinasikan,” kata H. Syamsudin seperti dikutip dalam website Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarnegara, Rabu (12/1/2023). “Meskipun tidak memuaskan, tapi inilah proses. Kita harus bersabar agar masyarakat Banjarnegara mendapatkan jawaban dan tidak lanjut yang terbaik.”



Audiensi warga dengan Plt. Bupati Banjarnegara di Karangtengah, Batur, Banjarnegara, Rabu (12/1/2022)./Istimewa

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Moncer di IATC 2022, Pemkab Gunungkidul Janjikan Penghargaan untuk Veda

Gunungkidul
| Kamis, 06 Oktober 2022, 09:27 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement