Penerima Rp8 Miliar dari Tol Jogja Solo Bagi-Bagi Rezeki ke Tetangga

Ilustrasi uang ganti rugi tol. - Bisnis Indonesia
15 Januari 2022 09:07 WIB Ponco Suseno News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Tasripan menerima Rp8 miliar dari ganti rugi Tol Jogja Solo, sosoknya selama ini dikenal sebagai juragan cor dan pemilik tempat penitipan parkir sepeda motor di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Klaten. Dia membagi-bagikan rezekinya kepada saudara dan tetangganya.

Lahan empat bidang berwujud sawah milik Tasripan berada di pinggir Jl. Solo Jogja. Lahan tersebut diproyeksikan sebagai bagian dari exit toll di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper.

BACA JUGA: Tol Jogja Bawen Dibangun Agustus 2022, Tol Jogja Solo Diresmikan 17 Agustus 2023

"Di sini, UGR jalan tol Solo-Jogja yang paling tinggi memang Pak Tasripan. Yang saya tahu Rp8 miliar. Tapi, nilai UGR itu yang tahu persis warga terdampak jalan tol Solo-Jogja itu sendiri," kata Kepala Desa (Kades) Kuncen, Kecamatan Ceper, Muryadi, di kantornya, Kamis (13/1/2022).

Muryadi mengatakan di Desa Kuncen, Tasripan biasa dipanggil oleh tetangganya dengan sebutan pak haji. Tasripan kelahiran Kuncen. Jauh sebelum memperoleh UGR Tol Jogja Solo, Tasripan sudah dikenala sebagai juragan pengecoran logam. Saat sekarang, Tasripan juga memiliki tempat penitipan sepeda motor di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper.

"Anaknya Pak Tasripan sudah pada mentas. Anaknya kalau enggak salah ada dua atau tiga anak. Pak Tasripan itu jiwa sosialnya sangat baik. Setelah memperoleh UGR itu, setahu saya yang bersangkutan juga nyiprati rezeki ke saudara-saudaranya. Mungkin juga ke tetangganya," katanya.

BACA JUGA: Dapat Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen, Miliarder Baru Bermunculan di Margokaton Sleman

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, mengatakan warga Kabupaten Bersinar yang memperoleh UGR tertinggi hingga pertengahan Januari 2022, yakni Tasripan, warga Kuncen. Sejauh ini, tim pembebasan lahan jalan tol Solo-Jogja sudah mencairkan anggaran hingga di atas Rp1 triliun. Anggaran itu guna membebaskan lahan di beberapa kecamatan di Klaten, di antarnya Polanharjo, Karanganom, Delanggu, Ceper.

"Nilai UGR yang diperoleh Pak Tasripan asal Kuncen, Kecamatan Ceper itu senilai Rp10 miliar. Luasannya empat bidang. Nilai UGR lumayan tinggi karena berada di pinggir jalan Solo-Jogja. UGR sudah dibayarkan lama. Sudah clear dan clean," katanya.

Saat Solopos mendatangi rumah Tasripan di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Kamis (13/1/2022) siang, rumah tersebut dalam kondisi sepi. Di dalam rumah terdapat seorang pekerja yang sedang memasang plafon.

"Saya hanya bekerja memasang plafon di sini. Pemilik rumah ini tidak sedang berada di rumah. Saya enggak tahu perginya juga," kata salah seorang pekerja yang memasang plafon di rumah milik Tasripan yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA: Jogja-Solo 20 Menit Via Tol, Pengamat: 36 Lampu Lalu Lintas Bikin Lama Perjalanan

Setelah memperoleh UGR senilai Rp8 miliar, Tasripan diketahui sempat membagikan rezeki ke para tetangganya. Di samping itu, Tasripan juga diketahui membantu pembangunan masjid/musala atau pun membelikan seragam bagi anggota pengajian Yasinan di desanya.

"Saya sendiri diciprati rezeki setelah Pak Tasripan memperoleh UGR jalan tol Solo-Jogja itu," kata salah seorang tetangga Tasripan yang juga enggan disebutkan namanya.

Luas tanah di Klaten yang terdampak Tol Jogja Solo berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

Jalan tol Solo-Jogja di Klaten bakal terdapat tiga exit toll. Masing-masing berada di exit tol Kanganom di Kuncen (Kecamatan Ceper); exit toll kota di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen; exit toll Prambanan di Jogonalan. Selain exit toll, jalan tol Solo-Jogja di Klaten juga terdapat rest area, yakni di Manjungan (Ngawen) dan Demakijo-Jagalan (Karangnongko).