Lahan di Lereng Merapi Boyolali Terbakar, Diduga Dibakar Warga
Kebakaran lahan terjadi di lereng Merapi Boyolali. Api diduga berasal dari pembakaran daun kering saat warga membersihkan lahan.
Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). /Solopos.com-Ponco Suseno
Harianjogja.com, KLATEN -Tol Jogja-Solo memunculkan Orang kaya baru (OKB) di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper pascapembayaran uang ganti rugi (UGR) beberapa waktu lalu. Meski banyak OKB, warga terdampak jalan tol Jogja-Solo di Kuncen diyakini dapat menghindari gaya hidup konsumtif di tengah berlimpahnya rupiah.
Hal itu diungkapkan Kepala Desa (Kades) Kuncen, Kecamatan Ceper, Muryadi, saat ditemui Solopos, di kantornya, Kamis (13/1/2022).
Desa Kuncen, Kecamatan Ceper menjadi salah satu desa di Kabupaten Bersinar yang terdampak jalan tol Jogja-Solo. Nantinya, di Kuncen juga akan dijadikan sebagai salah satu exit tol jalan tol Jogja-Solo di Klaten. Selain Kuncen, exit tol di Klaten berlokasi di exit tol kota di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen dan exit tol Prambanan di Jogonalan.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Perangkat APILL
"Warga kami sudah menerima UGR jalan tol Solo-Jogja. Di sini, semuanya setuju dengan proyek jalan tol Solo-Jogja," kata Muryadi. Muryadi mengatakan lahan terdampak jalan tol Jogja-Solo di Kuncen mencapai 92 bidang. Sebagian besar lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja di Kuncen berupa sawah. Dari jumlah tersebut, sebanyak empat bidang sebagai tanah kas desa (TKD).
"UGR jalan tol Solo-Jogja yang diterima warga di sini ada yang Rp4 miliar per orang lalu Rp8 miliar per orang [bahkan lebih]. Ada juga yang memperoleh Rp5 juta per orang. Memang, banyak yang punya duit setelah pembayaran UGR jalan tol Solo-Jogja itu," kata Muryadi.
Meski banyak orang berduit, lanjut Muryadi, warga terdampak jalan tol di desanya tetap dapat mengendalikan diri guna menghindari budaya konsumtif. Di setiap pertemuan dengan warga, Pemdes Kuncen selalu menekankan sikap hati-hati dan waspada dalam membelanjalan UGR.
"Kenyataannya seperti itu. Hingga sekarang, di sini ini tak ada warga terdampak jalan tol Jogja-Solo yang membeli mobil baru. Jarang mendirikan rumah baru juga [hanya ada satu orang]. Misalnya ada yang beli sepeda motor baru, jumlahnya pun kurang dari 10 orang. Memang harus seperti itu. Tak perlu berfoya-foya. Kalau bisa, UGR yang baru saja diperoleh dibelikan tanah lagi. Ada juga yang ditabung dan diberikan ke anak," katanya.
Muryadi mengatakan suasana di Desa Kuncen bakal semakin ramai seiring akan difungsikannya jalan tol Jogja-Solo ke depan. Harga tanah di Kuncen mulai mengalami kenaikan secara signifikan.
"Di desa kami itu ada empat bidang TKD yang kena. Itu saja dinilai Rp600.000 per meter persegi. Harga pasaran sawah di sini senilai Rp250.000 persegi. Begitu jalan tol dan exit tol difungsikan, saya yakin kondisi di desa kami akan jauh lebih ramai," katanya.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Senden, Kecamatan Ngawen, Setya Sugiyanto, mengatakan lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja di desanya mencapai 187 bidang. Pencairan UGR jalan tol Solo-Jogja di Senden berlangsung bertahap. "Kami berpesan ke warga agar memanfaatkan UGR sebaik-baiknya. Jangan digunakan untuk hura-hura. Silakan bisa dibelikan tanah atau rumah lagi [termasuk ditabung]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Kebakaran lahan terjadi di lereng Merapi Boyolali. Api diduga berasal dari pembakaran daun kering saat warga membersihkan lahan.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Jadwal DAMRI dari YIA Rabu 16 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal SIM Sleman Rabu 16 September 2026 tersedia di STP AMPTA. Simak jadwal Satpas, MPP, SIM Keliling Malam dan Simmade.
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)