Pertama Kali Terdeteksi di Israel, Ini Fakta Seputar Florona, Gabungan Flu & Corona

Ilustrasi virus Corona SARS-CoV-2. - Antara
03 Januari 2022 19:27 WIB Ni Luh Anggela News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Saat dunia belum selesai berurusan dengan varian Omicron, muncul kasus Florona yang pertama kali terdeteksi di Israel.

Florona bukanlah varian baru, melainkan penyakit yang dianggap sebagai infeksi ganda influenza dan Covid-19. Saat ini, Florona sedang dipelajari karena Israel telah melihat lonjakan kasus influenza dalam beberapa pekan terakhir.

Berikut beberapa fakta seputar Florona yang perlu Anda ketahui sebagaimana dirangkum News18 dan Hindustan Times, Senin (3/1/2021).

1. Arti dari Florona

Florona adalah gabungan dari flu dan corona. Ini artinya, virus flu dan corona menginfeksi tubuh manusia secara bersamaan.

2. Pertama kali terdeteksi pada wanita hamil

Menurut laporan, kasus pertama tercatat minggu ini pada seorang wanita hamil yang dirawat di Rabin Medical Center untuk melahirkan. Wanita muda itu diketahui tidak divaksinasi, baik vaksin influenza maupun vaksin Covid-19.

3. Memicu kekhawatiran para ahli kesehatan

Penyakit baru ini tengah dipelajari karena Israel baru-baru ini mengalami lonjakan kasus influenza. Seorang dokter di Rumah Sakit Universitas Kairo Nahla Abdel Wahab mengatakan, Florona mungkin mengindikasikan kerusakan besar pada sistem kekebalan karena dua virus menginfeksi tubuh manusia secara bersamaan.

4. Dapat menular ke orang lain

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan baik virus flu maupun virus Corona baru dapat disebarkan ke orang lain oleh orang-orang sebelum mereka mulai menunjukkan gejala; oleh orang-orang dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala.

Ini menyebar terutama pada orang-orang yang melakukan kontak dekat satu sama lain dalam jarak di bawah 6 kaki dan partikel besar ataupun kecil yang mengandung virus, yang dikeluarkan ketika orang dengan penyakit (flu dan Covid) batuk, bersin atau berbicara, yang pada akhirnya terhirup. Infeksi juga dimungkinkan dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dengan tetesan dari orang yang terinfeksi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut seseorang.

Sumber : JIBI/Bisnis.com