Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi kekerasan/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN--Kesaksian driver ojek online yang melihat tawuran di Jalan Kaliurang pada Senin (27/12/2021) dini hari, menyebut perkelahian itu melibatkan remaja baik laki-laki maupun perempuan.
Tawuran antar kelompok pelajar terjadi di Jalan Kaliurang Km 9, Kapanewon Ngaglik. Satu korban yang merupakan bagian dari salah satu kelompok pelajar mengalami luka bacok di bagian tangan. Polisi masih menyelidiki peristiwa ini.
Driver ojek online (ojol) yang merupakan saksi mata tawuran, Ghufron Faris Akhdani, menuturkan tawuran berlangsung sekira pukul 01.10 WIB. “Jadi saya tadi malem lagi ngalong narik ojol. Berhenti di depan Bale Hinggil. Di depan Bale Hinggil pas sebelah kanan itu ada motor ambruk,” ujarnya, Senin (27/12/2021).
Bersamaan dengan dilihatnya motor tergeletak itu, dari arah selatan dan utara terlihat segerombolan remaja yang dalam posisi sudah turun dari motor. Kelompok dari selatan terdiri dari sekitar empat motor, sementara kelompok dari utara ada sekitar 10 motor.
Dari kelompok di sebelah selatan, ada dua orang yang membawa celurit. Sementara dari kelompok di sebelah utara dua orang maju, satu tangan kosong dan satu lagi membawa benda panjang seperti sabuk dengan gir. “Sempat terjadi tawuran, ada yang melempar batu juga,” ungkapnya.
BACA JUGA: 6 Lokasi Camping Paling Seru di Jogja untuk Malam Tahun Baru
Dari peristiwa tersebut, ia melihat ada satu orang dari kelompok di sebelah selatan yang terkena bacok senjata tajam di bagian tangan kanan. “Satu korban yang kena bacok itu dibawa ke Medika Plaza [klinik di dekat lokasi kejadian] sama dua rekannya,” kata dia.
Tawuran menurutnya berlangsung singkat. Setelah melihat kejadian tersebut, ia langsung ke Polsek Ngaglik untuk melaporkan apa yang ia lihat. Polisi datang 10 menit setelah kejadian dan memeriksa dua rekan korban.
Berdasarkan keterangan dua rekan korban ini, diketahui jika para pelaku tawuran merupakan geng sekolah di Jogja. Semua pelaku menurutnya adalah pelajar, laki-laki dan perempuan. Pada malam itu belum ada pelaku yang diamankan polisi.
Kapolsek Ngaglik, Kompol Anjar, membenarkan adanya tawuran tersebut dan saat ini tengah dalam proses penyelidikan. “Sudah ada laporan. Sekarang masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Kualitas udara Pontianak mencapai AQI 328 dan masuk kategori Berbahaya akibat karhutla. Palangkaraya juga masuk kategori Tidak Sehat.
ATR/BPN telah memverifikasi usulan LP2B pada LBS untuk proyek kereta gantung Prambanan. Masih ada tahapan lahan, lingkungan, dan PBG.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PSS Sleman imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pieter Huistra memanfaatkan laga pramusim untuk menguji pemain di posisi berbeda.