Advertisement
Dipukuli Polisi & Kerabatnya, Tukang Pijat Ini Dilaporkan Atas Dugaan Pelecehan
Ilustrasi orang dipukuli. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, BANGKALAN—Pria berinisial AZ, 51, tukang pijat warga Kelurahan Pangeranan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur mengaku dipukuli seorang polisi dan kerabatnya. Namun laporan di kepolisian setempat justru menyebut tentang dugaan pelecehan yang dilakukan AZ.
Kasus ini sekarang ramai jadi bahan gunjingan di daerah tersebut. AZ kemudian meminta bantuan Bahiruddin menjadi kuasa hukumnya dan melaporkan dugaan kasus penganiayaan tersebut.
Advertisement
Kasus pemukulan ini sendiri terjadi pada Senin (20/12/2021) kemarin. Dugaan pemukulan terjadi saat AZ melakukan pijat refleksi pada Y dan D yang disebut-sebut merupakan istri dan adik dari polisi tersebut.
“Jadi klien kami semula dihubungi oleh Y untuk keperluan tagihan PDAM. Lalu AZ datang ke rumah Y. Setibanya di sana keduanya berbincang dan Y mengeluhkan badannya sakit,” katanya seperti dikutip dari Suara.com, Jumat (24/12/2021).
AZ yang dikenal memiliki keterampilan memijat refleksi tersebut menawarkan diri pada Y untuk dipijat. Tak hanya seorang diri, saat dipijat, Y berada di teras bersama adiknya, D serta ibunya, E.
“Klien kami kemudian melakukan pijat di teras rumah Y disaksikan ibu dan adiknya. Sebelum dipijat, AZ juga meminta izin dan diizinkan oleh Y bahkan ibunya,” katanya.
Setelah Y selesai dipijat, sang adik yakni D juga mengeluh sakit di bagian dada dan meminta untuk dipijat juga. Sehingga AZ kembali meminta izin pada D dan juga ibunya.
“Dan sudah diizinkan, maka klien kami melakukan pemijatan itu. Lokasinya tetap di teras dan dalam keadaan duduk,” ucapnya.
Seusai memijat keduanya, AZ beristirahat sejenak di teras tersebut. Namun tak lama berselang ia mendadak dipukuli oleh suami Y berinisial Z dan diikuti oleh kerabatnya yakni AR. Kemudian menyusul suami D, yakni AM menendang AZ.
“AZ dipukuli dan ditendang hingga pingsan. Bahkan saat melakukan pemukulan itu, tiga orang ini menggunakan seragam. AM menggunakan sepatu dinasnya saat menendang AZ,” tambahnya.
Adanya keributan tersebut juga dibenarkan oleh ketua RT setempat bernama Imbran. Bahkan ia mengaku melihat langsung AZ dipukul oleh kerabat Y.
“Saya melihat langsung tapi satu kali saja. Selebihnya saya tidak memperhatikan karena sudah gaduh dan kerabat Y lainnya juga melerai,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo tak mengetahui perkara pemukulan tersebut. Justru sebaliknya, dia mengaku ada laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh AZ.
“Laporan pemukulan atau penganiayaan belum ada. Kami masih menerima yang pelecehan seksual ini, selain itu belum ada laporan masuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Pegawai SPBU Tak Izinkan Pakai APAR, Motor Ludes Terbakar
Advertisement
Advertisement






