Advertisement
Pasca Maduro Ditangkap, Trump Incar Minyak Venezuela
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penangkapan Nicolas Maduro membuka babak baru geopolitik Venezuela. Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengincar pengelolaan sektor minyak negara tersebut.
Dalam konferensi pers resminya yang dikutip dari New York Times, Trump menyebut sektor energi Venezuela telah "gagal total" dan berjanji akan mengerahkan perusahaan minyak raksasa Amerika untuk merestorasi infrastruktur serta menggenjot produksi di negara tersebut.
Advertisement
Venezuela memegang rekor cadangan minyak terbesar di dunia, yakni lebih dari 300 miliar barel. Namun, realitas produksinya sangat kontras; negara ini hanya mampu menghasilkan sekitar satu juta barel per hari—hanya 1 persen dari total produksi global.
Hambatan utama pemulihan produksi ini meliputi:
BACA JUGA
- Kualitas Minyak: Mayoritas merupakan minyak ekstra berat yang mahal untuk diproses dan memiliki risiko lingkungan tinggi.
- Infrastruktur Bobrok: Bertahun-tahun tanpa pengeboran baru, pemadaman listrik massal, hingga maraknya pencurian peralatan teknis.
- Krisis PDVSA: Perusahaan minyak negara (PDVSA) dinilai telah kehilangan modal dan keahlian teknis akibat tata kelola yang buruk.
Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan asal Amerika Serikat yang masih bertahan di Venezuela. Raksasa energi ini menyumbang sekitar seperempat dari total produksi minyak nasional, dengan setengah dari hasilnya diekspor langsung ke AS guna memperkuat keamanan energi regional.
Menanggapi situasi pasca-penangkapan Maduro, pihak Chevron menyatakan komitmennya untuk tetap beroperasi sesuai koridor hukum dan peraturan yang berlaku.
Ada perubahan menarik dalam sikap korporasi. Pasca-serangan AS yang berujung pada penangkapan Maduro, Chevron sempat merilis pernyataan dukungan terhadap transisi damai. Namun, perusahaan tersebut segera merevisi pernyataannya dengan menghilangkan penyebutan eksplisit mengenai "pemerintah AS", sebuah langkah yang dinilai analis sebagai upaya menjaga netralitas di tengah gejolak politik yang ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- YouTuber Korea Klaim Dirinya Yesus, Raup Donasi Rp587 Miliar
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
Advertisement
Ramadan Sepi Wisatawan, Warung Seafood Depok Tawarkan Paket Bukber
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Akses ke Pantai Lewat Jalan NgawenKarangmojo Rusak, Warga Mengeluh
- Allegri Terancam Tinggalkan AC Milan
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Polda Jateng Bongkar Sindikat Motor Tanpa Dokumen, Sita 86 Kendaraan
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Astra Honda: Indonesia Pasar Motor Terbesar Ketiga Dunia
- Prajurit TNI Gugur Diserang KKB Saat Monitoring di Nabire
Advertisement
Advertisement







