Advertisement

Pasca Maduro Ditangkap, Trump Incar Minyak Venezuela

Jumali
Minggu, 04 Januari 2026 - 12:07 WIB
Jumali
Pasca Maduro Ditangkap, Trump Incar Minyak Venezuela Donald Trump / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Penangkapan Nicolas Maduro membuka babak baru geopolitik Venezuela. Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengincar pengelolaan sektor minyak negara tersebut.

Dalam konferensi pers resminya yang dikutip dari New York Times, Trump menyebut sektor energi Venezuela telah "gagal total" dan berjanji akan mengerahkan perusahaan minyak raksasa Amerika untuk merestorasi infrastruktur serta menggenjot produksi di negara tersebut.

Advertisement

Venezuela memegang rekor cadangan minyak terbesar di dunia, yakni lebih dari 300 miliar barel. Namun, realitas produksinya sangat kontras; negara ini hanya mampu menghasilkan sekitar satu juta barel per hari—hanya 1 persen dari total produksi global.

Hambatan utama pemulihan produksi ini meliputi:

- Kualitas Minyak: Mayoritas merupakan minyak ekstra berat yang mahal untuk diproses dan memiliki risiko lingkungan tinggi.

- Infrastruktur Bobrok: Bertahun-tahun tanpa pengeboran baru, pemadaman listrik massal, hingga maraknya pencurian peralatan teknis.

- Krisis PDVSA: Perusahaan minyak negara (PDVSA) dinilai telah kehilangan modal dan keahlian teknis akibat tata kelola yang buruk.

Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan asal Amerika Serikat yang masih bertahan di Venezuela. Raksasa energi ini menyumbang sekitar seperempat dari total produksi minyak nasional, dengan setengah dari hasilnya diekspor langsung ke AS guna memperkuat keamanan energi regional.

Menanggapi situasi pasca-penangkapan Maduro, pihak Chevron menyatakan komitmennya untuk tetap beroperasi sesuai koridor hukum dan peraturan yang berlaku.

Ada perubahan menarik dalam sikap korporasi. Pasca-serangan AS yang berujung pada penangkapan Maduro, Chevron sempat merilis pernyataan dukungan terhadap transisi damai. Namun, perusahaan tersebut segera merevisi pernyataannya dengan menghilangkan penyebutan eksplisit mengenai "pemerintah AS", sebuah langkah yang dinilai analis sebagai upaya menjaga netralitas di tengah gejolak politik yang ekstrem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Senin 5 Januari 2026

Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Senin 5 Januari 2026

Kulonprogo
| Senin, 05 Januari 2026, 09:07 WIB

Advertisement

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Wisata
| Minggu, 04 Januari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement