Advertisement
Pekerja Kebersihan Wisma Atlet Sudah Dinyatakan Negatif Omicron
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (10/05/2021), di Jakarta - Humas Setkab - Rahmat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap, bahwa pekerja kebersihan di Wisma Atlet yang sempat positif tertular Virus Corona varian Omicron, kini sudah dinyatakan negatif.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (16/11/2021), Budi mengatakan, berdasarkan hasil pemerikssaan polymerase chain reaction (PCR) terbaru, pekerja kebersihan berinsial N itu kini telah negatif Covid-19.
Advertisement
Demikian juga dengan 2 pekerja lainnya. Ketiga positif Covid-19, namun hanya N yang terinfeksi varian Omicron. Pasien N terkonfirmasi terinfeksi varian Omicron pada Rabu (15/12/2021).
Pada tanggal 8 Desember dilakukan PCR rutin untuk pekerja RSDC Wisma Atlet dan 3 orang dinyatakan positif. Oleh karena CT value pasien N sangat rendah, maka sampel dikirim untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS), dan hasilnya keluar pada 15 Desember terkonfirmasi positif Omicron.
“Sedangkan 2 pasien lainnya tidak terkonfirmasi Omicron,” ujar Menkes.
Baca juga: Begini Cara Atasi Kantung Mata Menurut Dokter Kulit
Hasil PCR terbaru pasien N dan dua pasien lainnya saat ini sudah negatif.
Soal tingkat keparahan infeksi Virus Corona varian Omicron diungkap para peneliti dari Universitas Hong Kong. Mereka menemukan, bahwa varian Omicron lebih cepat menggandakan diri dibanding strain Delta. Varian ini 70 kali lebih cepat menggandakan diri, namun gejala yang ditimbulkannya ringan.
Para peneliti di Universitas Hong Kong yang dipimpin Dr Michael Chan Chi-wai, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (16/12/2021), menemukan bahwa kendati lebih cepat menggandakan diri, perkembangbiakan Omicron di jaringan paru justru 10 kali lebih lambat dibanding Virus Corona asal Wuhan.
"Dengan menginfeksi lebih banyak orang, virus yang sangat menular dapat menyebabkan penyakit dan kematian yang lebih parah meskipun virus itu sendiri mungkin kurang patogen.”
Peneliti menduga hal itu memungkinkan gejala Covid-19 varian Omicron tidak terlalu parah. Meski begitu, jurnal ilmiah mencatat bahwa tingkat keparahan infeksi Virus Corona tidak hanya ditentukan replikasi atau perkembangbiakkan virus, tetapi juga oleh respons imun setiap orang terhadap Virus corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Harga Plastik Melonjak, UMKM Sleman Dipaksa Ubah Strategi Jualan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Insiden Anjlok di Bumiayu, Kereta dari Jogja Putar Arah
- Dosen Diarahkan WFH Sehari, Kampus Diminta Atur Jadwal
- Pagi Panas Sore Hujan, BMKG: Tanda Peralihan Musim Dimulai
- Daftar Skuad Bulu Tangkis Indonesia untuk Kejuaraan Asia
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
Advertisement
Advertisement







