Nataru, Kemenhub & TNI-Polri Sediakan Fasilitas Vaksinasi dan Tes Antigen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
13 Desember 2021 15:37 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA–Selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng operator transportasi, TNI dan Polri untuk menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 dan tes antigen guna kelancaran perjalanan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa dirinya telah meminta seluruh direktur jenderal di Kementerian Perhubungan untuk berkoordinasi dengan operator transportasi, serta meminta dukungan dari TNI dan Polri.

Koordinasi itu dilakukan agar masyarakat yang melakukan perjalanan saat Nataru dan baru mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19 bisa memanfaatkan layanan vaksinasi di sejumlah simpul transportasi.

“Sementara itu, untuk tes antigen juga akan disediakan dengan tarif yang terjangkau,” katanya melalui keterangan resmi, Senin (13/12/2021).

Menteri Budi menuturkan, protokol kesehatan di periode Nataru kali ini mengharuskan pelaku perjalanan sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap, dan melakukan tes antigen 1 x 24 jam dengan hasil negatif.

Baca juga: Jumlah Bus Wisata Lewat Terminal Giwangan Menurun, Ini Penyebabnya

Dia juga meminta kepada seluruh operator untuk memperketat pengawasan agar bisa memastikan seluruh penumpang transportasi umum telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap, dan mengantongi hasil negatif tes antigen.

“Kami ingin menjaga agar tidak terjadi penyebaran Covid-19, sehingga kasus positif Covid-19 dapat terkendali dan tidak ada peningkatan kasus yang signifikan usai libur Nataru,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan operator transportasi, TNI, Polri, dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk menyiapkan fasilitas vaksinasi dan tes antigen di sejumlah simpul transportasi, seperti terminal bus, pelabuhan penyeberangan, pelabuhan laut, bandara, dan stasiun kereta api.

Selain itu, Menteri Budi juga menginstruksikan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan pemangku kepentingan sektor pelayaran untuk menjaga kelancaran arus penumpang dan barang di pelabuhan selama periode Nataru dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Apabila ada yang belum vaksinasi atau tes antigen, saya sudah minta Dirjen Perhubungan Laut, PT Pelindo, dan PT Pelni untuk berkoordinasi menyediakan fasilitas vaksinasi dan tes antigen,” ujarnya.

Dia pun meminta agar seluruh pemangku kepentingan di sektor pelayaran untuk tidak lengah dalam mengawasi penerapan protokol kesehatan, untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

“Presiden Joko Widodo sudah mengamanatkan kami untuk menjaga ini dengan baik. Dengan begitu, diharapkan ekonomi kita ke depan bisa lebih baik, dan kita juga bisa melakukan aktivitas lebih leluasa,” ujarnya.

Sumber : bisnis.com