Kesaksian Ajudan Almarhum Oded yang Meninggal Berwudu Setelah Takbir

Seorang anggota Pramuka memegang foto Wali Kota Bandung Oded M Danial di depan lokasi disalatkan jenazah Wali Kota Bandung Oded M Danial di Pendopo Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/12). - Bisnis
13 Desember 2021 10:27 WIB Dea Andriyawan News Share :

Harianjogja.com, BANDUNG - Kematian Wali Kota Bandung Oded M Danial Jumat (10/12/2021) lalu terasa sangat mengagetkan masyarakat Kota Bandung. Bukan hanya karena dirinya masih memiliki 2 tahun jabatan, tapi juga waktu, tempat dan kegiatan Oded saat wafat di Masjid Mujahidin tuai banyak reaksi.

Tidak sedikit juga masyarakat yang penasaran bagaimana orang nomor satu di Kota Bandung tersebut menjelang wafat dalam salat.

Adalah Andre Pratama, ajudan Wali Kota Bandung, menjadi orang yang paling dekat dengan Oded saat itu, saat tubuh Oded ambruk di rakaat pertama salatnya. Dia pun menceritakan bagaimana detik-detik Oded yang semula bersamanya sehat namun beberapa saat kemudian semuanya berubah.

"Saya mendampingi beliau saat kejadian. Sebelumnya tidak ada tanda beliau merasa lelah, beliau dalam kondisi prima," aku Andre kepada wartawan, Minggu (12/12/2021).

Sebelumnya, Andre pada hari tersebut mendampingi Oded melakukan agenda seperti biasa, pada saat itu ia mendampingi Oded menerima kunjungan tamu penting dan Pejabat Pemerintah Kota Bandung.

"Beliau menerima beberapa tamu secara kedinasan dan asisten-asisten daerah yang hari itu laporan terkait perkembangan di pemerintahan Kota Bandung," ucapnya.

Setelah dia mendampingi Oded menjalani agenda kedinasan tersebut, ia lanjut mendampingi Oded bersama rombongan lain menuju ke Masjid Mujahidin di Jalan Sancang. Rencananya Oded akan menjadi khatib sekaligus imam salat Jumat di masjid tersebut.

"Di dalam mobil dengan beliau dan kita masih bercanda, bersenda gurau, tidak ada tanda tanda beliau kecapekan. Alhamdulillah saat itu memang beliau dalam keadaan ceria. Kami tidak pernah menyangka beliau akan dipanggil Tuhan," tuturnya.

Sesampainya di Masjid Mujahidin, Andre mengaku dirinya langsung menggelar sajadah untuk Oded yang saat itu telah siap untuk melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid atau salat sunnah setelah masuk ke dalam masjid.

Pada saat itu pula, sebelum adzan dikumandangkan, Oded diumumkan oleh panitia salat Jumat sebagai khatib atau orang yang akan menyampaikan khutbah Jumat.

Saat itu Andre ingat betul atasannya tersebut berdiri di sejadah yang ia gelar dan melakukan takbir pertama. Tiba-tiba tubuh orang nomor satu di Kota Bandung itu sempoyongan dan ambruk. Namun, dengan sigap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra) Setda Kota Bandung, Momon Ahmad Imron memeluk tubuh Oded yang sudah tidak sadarkan diri.

"Setelah takbir rakaat pertama, beliau mulai sempoyongan, kemudian tertangkap sama kepala bagian kesra. Secara reflek kami langsung menghubungi Dinkes Kota Bandung untuk meminta ambulans segera. Dan karena yang terdekat RS Muhammadiyah, kami mohon bantuan kesana dan tidak berselang lama beliau langsung dibawa ke IGD," ucapnya.

Andre yang masih kaget dengan apa yang terjadi berusaha tetap menjalankan fungsinya sebagai ajudan untuk terus menemani pimpinannya tersebut hingga masuk ke dalam ruang Instalasi Gawat Darurat RS Muhammadiyah. Ia berusaha memberikan 'kesetiaannya' kepada Oded dengan berusaha memberikan yang terbaik.

Namun, takdir berkata lain, nyawa Oded tidak tertolong meski sejumlah penanganan medis telah dilakukan secara maksimal.

"Usaha dokter di IGD RS Muhammadiyah sudah sangat maksimal. Kami sangat berterimakasih. Waktu itu, dokter bilang kepada saya untuk mengikhlaskan beliau. Bapak sudah enggak ada (meninggal dunia)," ungkapnya. (K34)

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia