Varian Omicron Diduga Sudah Masuk Indonesia, Kemenkes: Kami Belum Mendeteksi

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam acara Siaran Pers PPKM secara daring di Jakarta, Rabu (25/8/2021) - ANTARA - Hreeloita Dharma Shanti.
08 Desember 2021 03:37 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara virus Covid-19 varian Omricon yang diduga sudah masuk dan menyebar di Indonesia.  

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga hari ini, varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia.

BACA JUGA : India Laporkan Penambahan Kasus Covid-19 Varian Omicron

“Sampai saat ini kita belum mendeteksi varian omicron ini. Namun, kami akan tetap memperkuat antisipasi untuk mencegah masuknya varian tersebut,” ujarnya saat dihubungi JIBI/Bisnis, Selasa (7/12/2021).

Lebih lanjut, dia menyebutkan saat ini pemerintah tengah memperkuat pintu masuk ke Indonesia, hal ini untuk meminimalisir masuknya varian B.1.1.529 tersebut.

“Pemerintah juga menunda masuknya WNA (Warga Negara Asing). Adapun, WNA yang dimaksud punya riwat perjalanan ke 11 negara [yang dilarang untuk masuk ke Indonesia] dan juga menerapkan perpanjangan karantina sampai 10 hari,” tuturnya.

Kendati demikian, Nadia mengimbau semua pihak untuk tetap berhati-hati dengan varian Omicron. Penyebabnya, jumlah negara yang melaporkan kasus varian Omicron terus meningkat.

“Sampai saat ini sudah hampir 45 negara melaporkan kasus tersebut. Artinya sangat cepat penyebarannya,” kata Nadia pada dialog daring tentang “ Disiplin Masker dan Vaksinasi Cegah Omicron,” Selasa (7/12/2021).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, virus Corona B.1.1.529 atau varian Omicron dapat akan terus menjadi perhatian pemerintah.

“Saat ini pemerintah terus meningkatkan kapasitas testing dan karantina untuk mendukung upaya mencegah importasi kasus. Pemerintah akan terus menginformasikan update sequencing kepada publik secara transparan,” ujarnya.

Menurut catatan Bisnis, Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian sekaligus Jubir Satgas Covid-19 RS UNS Solo, Tonang Dwi Ardyanto menyampaikan bahwa varian omicron telah menyebar di Indonesia

"Pendapat saya (varian omricon) sudah (menyebar). Penyebaran sudah sedemikian luas dari laporan awal. Laporan awal itupun sebenarnya kasusnya sudah terjadi setidaknya dua pekan sebelumnya," kata Tonang dikutip dari laman Facebook miliknya, Selasa (7/12/2021).

Tonang menyebutkan varian ini belum terdeteksi lantaran gejala orang yang terinfeksi varian ini cenderung ringan.

BACA JUGA : Dampak Omicron Bisa Bahayakan Ekonomi Indonesia

"Karena cenderung yang terkena itu ringan saja gejalanya, bahkan sebagian tanpa gejala. Sehingga tidak terdeteksi dan tidak terlaporkan," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia