Sebaran Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Jangkau Bengkulu
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam acara Siaran Pers PPKM secara daring di Jakarta, Rabu (25/8/2021) - ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara virus Covid-19 varian Omricon yang diduga sudah masuk dan menyebar di Indonesia.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga hari ini, varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia.
BACA JUGA : India Laporkan Penambahan Kasus Covid-19 Varian Omicron
“Sampai saat ini kita belum mendeteksi varian omicron ini. Namun, kami akan tetap memperkuat antisipasi untuk mencegah masuknya varian tersebut,” ujarnya saat dihubungi JIBI/Bisnis, Selasa (7/12/2021).
Lebih lanjut, dia menyebutkan saat ini pemerintah tengah memperkuat pintu masuk ke Indonesia, hal ini untuk meminimalisir masuknya varian B.1.1.529 tersebut.
“Pemerintah juga menunda masuknya WNA (Warga Negara Asing). Adapun, WNA yang dimaksud punya riwat perjalanan ke 11 negara [yang dilarang untuk masuk ke Indonesia] dan juga menerapkan perpanjangan karantina sampai 10 hari,” tuturnya.
Kendati demikian, Nadia mengimbau semua pihak untuk tetap berhati-hati dengan varian Omicron. Penyebabnya, jumlah negara yang melaporkan kasus varian Omicron terus meningkat.
“Sampai saat ini sudah hampir 45 negara melaporkan kasus tersebut. Artinya sangat cepat penyebarannya,” kata Nadia pada dialog daring tentang “ Disiplin Masker dan Vaksinasi Cegah Omicron,” Selasa (7/12/2021).
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, virus Corona B.1.1.529 atau varian Omicron dapat akan terus menjadi perhatian pemerintah.
“Saat ini pemerintah terus meningkatkan kapasitas testing dan karantina untuk mendukung upaya mencegah importasi kasus. Pemerintah akan terus menginformasikan update sequencing kepada publik secara transparan,” ujarnya.
Menurut catatan Bisnis, Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian sekaligus Jubir Satgas Covid-19 RS UNS Solo, Tonang Dwi Ardyanto menyampaikan bahwa varian omicron telah menyebar di Indonesia
"Pendapat saya (varian omricon) sudah (menyebar). Penyebaran sudah sedemikian luas dari laporan awal. Laporan awal itupun sebenarnya kasusnya sudah terjadi setidaknya dua pekan sebelumnya," kata Tonang dikutip dari laman Facebook miliknya, Selasa (7/12/2021).
Tonang menyebutkan varian ini belum terdeteksi lantaran gejala orang yang terinfeksi varian ini cenderung ringan.
BACA JUGA : Dampak Omicron Bisa Bahayakan Ekonomi Indonesia
"Karena cenderung yang terkena itu ringan saja gejalanya, bahkan sebagian tanpa gejala. Sehingga tidak terdeteksi dan tidak terlaporkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Fajar/Fikri dan Leo/Daniel lolos ke perempatfinal Asian Games 2026. Simak calon lawan, jalur semifinal, dan peluang duel sesama Indonesia di final.
Microsoft mulai meninggalkan label Copilot+ PC pada perangkat Surface terbaru. Standar NPU dan fitur AI tetap dipertahankan.
Indonesia bisa mengunci tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 jika menang atas Malaysia. Simak skenario dan hasil Singapura vs Bangladesh.
Google Vids kini bisa digunakan gratis untuk membuat video AI hingga 1080p. Ada voiceover dan avatar AI yang mendukung bahasa Indonesia.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.