Advertisement

Ini Persiapan Pemerintah untuk Menghadapi Omicron

Akbar Evandio
Kamis, 02 Desember 2021 - 04:37 WIB
Budi Cahyana
Ini Persiapan Pemerintah untuk Menghadapi Omicron Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi - Antara/Hreeloita Dharma Shanti.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah telah menyiapkan antisipasi untuk menghadapi varian baru virus Corona yang dinamai Omicron (B.1.1.529).

Pemerintah telah menyiapkan ketersediaan obat hingga hingga fasilitas kesehatan

"Sudah ada persiapan dan buffer tambahan [obat hingga hingga fasilitas kesehatan] berdasarkan kondisi varian Delta kemarin," ujarnya lewat Siaran Pers PPKM, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (1/12/2021).

Lebih lanjut, dia memerinci bahwa per 30 November 2021, pemerintah telah mendistribusikan obat ke 34 dinas kesehatan provinsi dan 916 rumah sakit.

Adapun obat yang telah didistribusikan adalah Oseltamivir sebanyak 17.174.150, Favipiravir 33.798.100, Azithromycin 19.213.160, Remdesivir 1.636.015, dan Azithromycin injeksi 97.649.

Kemudian Lopinavir 200 mg + Ritonavir 50 mg sebanyak 40.920, Vitamin C injeksi 250.045, Tocilizumab 400 mg/20 ml injeksi 1.567, dan Tocilizumab 80 mg/4 ml injeksi 2.500.

"Langkah siap siaga ini dilakukan di hilir dengan memastikan ketersediaan tempat perawatan isolasi dan intensif tercukupi, termasuk obat-obatan dan ketersediaan ventilator serta oksigen," ujarnya.

Dia melanjutkan, dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di 21 kabupaten dan kota. Namun, secara nasional, kasus Covid-19 menurun 1 persen. Bahkan, kasus kematian akibat Covid-19 menurun hingga 14 persen.

Nadia menyebutkan, testing rate Covid-19 mencapai 4,31 per 1.000 penduduk per minggu dengan positivity rate mingguan 0,2 persen. Sementara bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 kurang dari 20 persen.

"Tentu tren baik ini kita harapkan dapat dipertahankan, terutama dalam beberapa minggu ke depan kita akan menghadapi libur panjang dalam rangka Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, Nadia pun menyebutkan, saat ini peningkatan kasus Covid-19 di tingkat global terus berlanjut dalam satu bulan terakhir dengan total kasus lebih dari 260 juta dan lebih dari 5,2 juta kasus kematian.

Dia mengatakan Eropa menjadi penyumbang tertinggi kasus global yang menyumbang sebanyak hampir 70 persen kasus, di mana negara yang melaporkan jumlah kasus tertinggi yaitu Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Rusia, dan Prancis.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Sambut Hari Kemerdekaan, Pawai Bregada Mengular di Sepanjang Jalan Adisucipto Jogja

Jogja
| Selasa, 16 Agustus 2022, 19:57 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement