Waspada! Musim Hujan Rawan Penyakit Kencing Tikus Leptospirosis

Banjir setinggi satu meter juga melanda kawasan permukiman warga Kampung Duku Rukun Tetangga (RT) 06 RW 02 Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu, (7/11/2021). Kondisi banjir potensi memunculkan penyakit leptospirosis - Antara
30 November 2021 15:27 WIB Rahmad Fauzan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pada musim hujan, binatang penyebar hama dan penyakit seperti tikus cenderung lebih aktif. Kondisi tersebut berisiko menyebarkan leptospirosis ke lingkungan masyarakat.

Mengutip laman Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta, Selasa (30/11/2021), leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang ditularkan melalui kencing tikus atau anjing.

BACA JUGA : Ini Sejumlah Profesi yang Paling Rawan Terserang Penyakit 

"Bakteri masuk ke tubuh kita lewat selaput lendir mata, hidung, luka kulit, makana dan minuman," tulis Pemprov DKI Jakarta seperti dikutip JIBI/Bisnis.

Adapun, orang yang tertular leptospirosis memiliki gejala, di antaranya menggigil, batuk, diare, tidak nafsu makan, sakit kepala, demam tinggi, nyeri otot, dan iritasi mata.

Namun demikian, penularan leptospirosis masih dapat dicegah dengan sejumlah langkah, antara lain dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menyimpan makanan dan minuman dengan barik agar terhindar dari tikus.

Kemudian, mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas, menggunakan sepatu dan sarung tangan ketika me mbersihkan lingkungan, membersihkan lokasi yang dicurigai bekas kencing tikus dengan disinfektan, dan membasmi tikus di lingkungan.

BACA JUGA : Waspadalah! Leptospirosis Renggut 1 Nyawa di Gunungkidul

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia