Muncul Varian Omicron, IDI Minta Pemerintah Tutup Penerbangan dari Afrika

Zubairi Djoerban - Antara
27 November 2021 21:57 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Koordinator Penanggulangan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengingatkan pemerintah untuk melakukan langkah-langkah mitigasi mencegah masuk varian Virus Corona Omicron. Salah satunya dengan menutup penerbangan dari Afrika.

“Langkah mitigasi mutlak dilakukan untuk hindari pengulangan Delta. Apalagi Omicron (B.1.1.529) ini seperti “fitur terbaik” dari Alpha, Beta, Gamma, dan Delta,” ujar Zubairi dikutip dari akun Twitter @ProfesorZubairi, Sabtu (27/11/2021).

Varian yang pertama kali ditemukan di Afrika tersebut, kata Zubairi, direspons dengan serius oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) yang mengadakan pertemuan khusus. Selain itu, negara-negara seperti Inggris langsung menutup penerbangan dari beberapa negara di Afrika.

“Indonesia pun harusnya punya mitigasi, termasuk mempertimbangkan untuk membatasi akses penerbangan ke dan dari negara tertentu,” tegas Zubairi.

Di sisi lain, harus berterima kasih kepada ilmuwan di Afrika Selatan yang transparan dan cekatan mengungkap Omicron ini.

“Omicron pertama kali ditemukan dari spesimen yang diambil pada 9 November. Hampir sebulan keliling dunia,” ucapnya.

Menurut Zubairi, para ahli khawatir banyaknya mutasi dapat berdampak pada perilaku varian. Omicron berpotensi menyusul varian Delta yang mendominasi kasus di Afrika Selatan

Meskipun kasus Covid-19 Indonesia terus melandai, lanjut Zubairi, Indonesia wajib waspada.

“Yang bisa kita maknai dari lonjakan Covid-19 di negara lain?-Bersyukur. Jangan merasa puas terlalu cepat-Jaga positivity rate tetap rendah (Jakarta 0,6  persen. Indonesia 1,1  persen).Testing diperbanyak. Vaksinasi lengkap dipercepat-Jika seluruh rakyat sudah lengkap, baru booster,” pungkasnya.

Covid-19 varian Omicron telah terdeteksi di Afrika Selatan, Botswana, Hong Kong, dan Israel. Selain Inggris, negara-negara yang menutup penerbangan dari Afrika, di antaranya Kanada, Amerika, Australia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Yordania, Maroko, Filipina, Jerman dan Italia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia