Ternyata Ini Pemicu Utama Banjir di Kota Batu

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (tiga dari kiri), didampingi Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (dua dari kanan), saat meninjau lokasi banjir bandang di Kota Batu, Kamis (11/11/2021). - Istimewa
12 November 2021 15:17 WIB Choirul Anam News Share :

Harianjogja.com, BATU—Banjir menerjang Kota Batu pada 4 November 2021 lalu. Kementerian PUPR segera memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan infrastruktur yang rusak seperti jembatan, termasuk pelebaran jembatan, dan jaringan pipa air minum.

“Pemerintah juga akan memperlebar gorong-gorong untuk melancarkan aliran air menuju Sungai Brantas,” katanya, Kamis (11/11/2021).

Jaringan pipa air minum yang rusak itu, milik PDAM. Karena itulah, perbaikan pipa yang rusak akan bekerja sama dengan PDAM.

Pelaksanaannya, Kementerian PUPR akan menyediakan pipa, sedangkan pemasangannya dilakukan PDAM yang diharapkan pengerjaannya segera dilakukan.

Baca juga: Update Covid-19 Indonesia: Kasus Positif Bertambah 435

Kementerian PUPR, kata dia, juga akan mengerahkan alat-alat berat untuk membersihkan material sisa banjir bandang di Kota Batu pada 4 November lalu.

Dari data yang dihimpun, kata Menteri, penyebab utama banjir bandang di Kota Batu karena tersumbatnya saluran air karena tumpukan sampah. Saat debit air meningkat dampak hujan lebat, maka terjadilah banjir bandang.

Saat debit air tinggi, sumbatan saluran air tersebut jebol sehingga terjadi banjir bandang. “Hampir semua banjir banjir kejadiannya seperti itu, seperti di Sumatera Utara, dan daerah lainnya,” ucapnya.

Seperti diketahui, banjir bandang di Kota Batu 4 November lalu menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, 51 rumah rusak, dan 32 rumah tergenang lumpur, serta 57 kendaraan rusak.

Sumber : bisnis.com