Ribuan Pelari hingga Grebeg Gethuk Ramaikan Hari Jadi Magelang
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan untuk UMK Pangan Siap Saji di Kawasan Wisata Borobudur, Kamis (11/11/2021). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai Besar POM) di Semarang telah melakukan pengecekan terhadap 32 kuliner di kawasan Candi Borobudur. Kemanan pangan di kawasan wisata ini menjadi salah satu fokus sebab bisa berpengaruh pada kesehatan manusia.
Kepala Balai Besar POM di Semarang, Sandra M.P Linthin menyebutkan pihaknya sudah melakukan skrining terhadap 32 kuliner di kawasan Borobudur. "Hasilnya tidak ditemukan mengandung bahan berbahaya. Memang masih ada yang perlu dicek terkait higienitas dan sanitasinya," katanya, dalam kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan untuk UMK Pangan Siap Saji di Kawasan Wisata Borobudur, Kamis (11/11/2021).
Menurutnya, permasalahan pada keamanan pangan ini bisa terjadi karena tercemar bahan pangan berbahaya, kimia dan mikroba. Karenanya, skrining akan dilakukan dua kali untuk mengakomodasi tidak hanya kuliner tetapi juga pelaku usaha yang memproduksi makanan. Menurutnya, penting untuk tetap menjaga keamanan pangan kuliner dan usaha yang bergerak terkait makanan.
Baca juga: Ada Awan Cumulonimbus di Atas Bandara YIA, Maskapai Diminta Berhati-hati
Pelaku usaha makanan, lanjutnya, harus dikawal untuk bisa mendapat izin edar. Makanan yang dijual dengan masa simpan lebih dari tujuh hari harus punya izin edar. Usaha dengan risiko rendah seperti home industri skala kecil bisa mengurusnya di Dinas Kesehatan. Adapun usaha skala besar dengan risiko tinggi maka pengurusan di Balai Besar POM.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengatakan keamanan pangan diperlukan untuk mencegah pangan dari cemaran biologis, kimia dan lainnya, yang dapat mengganggu kesehatan dan merugikan manusia. Keamanan pangan juga menyangkut pemberdayaan dan kualitas masyarakat serta agama sehingga harus aman dikonsumsi.
Baca juga: Hujan Guyur DIY Lebih dari 24 Jam, Ini Daftar Bencana yang Ditimbulkan
"Makanan memerlukan proses produksi bahan baku, pengolahan dan distribusi, di mana setiap tahapan berpengaruh pada hasil makanan. Maka yang berbahaya akan berpengaruh buruk pada konsumen. Pengawasan makanan perlu dilakukan agar wisatawan bisa terhindar dari kejadian luar biasa, keracunan pangan," katanya.
General Manager Borobudur dan Manohara, Aryono Hendro Malyanto mengakui pihaknya memiliki kewajiban melayani pengunjung, termasuk memperhatikan keamanan pangan dan kenyamanan, serta giatnya wisata kuliner di Borobudur.
"Perkembangan Covid-19 masih dirasakan di level tiga, tapi saat ini wisata mulai menggeliat. Ini waktu yang baik untuk persiapkan sehingga sudah siap bila nanti giat wisata di Borobudur meningkat. Kami berusaha agar apa yang mereka rasakan, kuliner apa, sangat aman dan layak untuk dikonsumsi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Basarnas belum menemukan tanda lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian terkendala area rawan dan asap tebal.
Dito mengaku lega usai bersaksi dalam sidang korupsi kuota haji. Ia menjelaskan kunjungan bersama Jokowi dan tawaran tambahan kuota haji.