Simak! Sejarah Lagu Gugur Bunga Ciptaan Ismail Marzuki

Nama Ismail Marzuki diabadikan menjadi nama gedung kesenian di Jakarta yakni Taman Ismail Marzuki (TIM). Ismail Marzuki adalah pencipta lagu Gugur Bunga - Istimewa
10 November 2021 15:57 WIB Ithamar Yaomi DC News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan pada 10 November. Google Doodle juga menampilkan  foto Ismail Marzuki untuk memperingatinya.

Ismail Marzuki adalah pahlawan nasional sekaligus maestro Indonesia yang berkontribusi terhadap musik Indonesia.Dia juga pencipta lagu berjudul Gugur Bunga di Taman Bakti, atau yang  lebih dikenal dengan Gugur Bunga.

Lagu Gugur Bunga diciptakan pada 1945 dan dijadikan lagu wajib nasional untuk menghormati tentara Indonesia yang gugur selama Revolusi Nasional Indonesia. Ismail Marzuki. Lagu ini menceritakan kematian seorang prajurit, dan perasaan penyanyi. 

BACA JUGA : Sejarah 10 November Diperingati Hari Pahlawan

Christopher Torchia dalam Indonesian Idioms and Expressions: Colloquial Indonesian at Work (2007), menyebutkan bahwa lagu ini diciptakan untuk menghormati para pejuang yang gugur selama masa revolusi fisik atau perang mempertahankan kemerdekaan yang berlangsung sejak 1945 hingga penyerahan kedaulatan pada akhir 1949.

Setelah kemerdekaan, Belanda/NICA datang kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu. Belanda ingin menjajah Indonesia lagi setelah pada 1942 kehilangan wilayah yang pernah diduduki selama berpuluh-puluh tahun ini akibat kalah perang dari Jepang.

BACA JUGA : Hari Pahlawan, Guru dan Nakes Bisa Naik Kereta Gratis

Namun, para pemimpin dan rakyat Indonesia tentu menentang dan mengobarkan perlawanan terhadap Belanda. Rakyat dari segala kalangan, baik prajurit, petani, bahkan pelajar, mengangkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta.

Lagu Gugur Bunga dinyanyikan dengan tempo andante moderato dan birama 4/4.

Lirik Lagu Gugur Bunga:

Betapa hatiku takkan pilu

Telah gugur pahlawanku

Betapa hatiku takkan sedih

Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini pelipur lara

Nan setia dan perwira

Siapakah kini pahlawan hati

Pembela bangsa sejati

Reff:

Telah gugur pahlawanku

Tunai sudah janji bakti

Gugur satu tumbuh seribu

Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti

Di haribaan pertiwi

Harum semerbak menambahkan sari

Tanah air jaya sakti

Ismail Marzuki meninggal dunia pada (25/5/1958) dalam usia 44 tahun karena penyakit yang menyerang paru-parunya. Gedung kesenian Taman Ismail Marzuki (TIM) pun didirikan untuk mengenang seniman sekaligus pejuang yang menghasilkan banyak karya monumental ini.

Hingga kini, alunan lagu bernada syahdu dan memuat lirik yang mengiris hati ini menjadi semacam lagu wajib untuk mengiringi pemakaman tokoh yang dianggap sebagai pahlawan atau sangat berjasa.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia