Menko Luhut: Kehati-hatian Menghadapi Nataru Harus Menjadi Prioritas

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - Istimewa
09 November 2021 10:27 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Haianjogja.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan meminta momentum pemulihan ekonomi yang sudah cukup baik tetap terjaga terutama jelang meningkatnya pergerakan masyarakat selama periode natal dan tahun baru (nataru).

Luhut B. Pandjaitan mengatakan seiring dengan pelaksanaan relaksasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan di berbagai sektor, disiplin protokol Kesehatan menjadi kunci bagi kasus Covid-19 tetap terkendali.

Pihaknya pun telah menurunkan tim untuk melihat pelaksanaan penerapan Protokol Kesehatan yang dijalankan utamanya di area publik. Pada pekan lalu, pihaknya juga telah menurunkan tim untuk melihat pelaksanaan protokol kesehatan di tujuan wisata, yakni Bali dan Bandung.

Belajar pada pengalaman sebelumnya kenaikan kasus akibat periode Nataru tahun lalu menyebabkan tingkat keyakinan konsumen menurun dan pertumbuhan ekonomi triwulan I/2021 tertahan.

“Untuk itu kehati-hatian dalam menghadapi Nataru harus menjadi prioritas bagi pemulihan ekonomi yang lebih cepat,” ujarnya, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Jelang Nataru, Pemeriksaan Kendaraan yang Masuk ke Kulonprogo Diperketat

Dalam penelusurannya, Luhut mendapati protokol kesehatan dilakukan dengan baik di pusat perbelanjaan atau mal. Hal ini terindikasi dari penerapan aplikasi Peduli Lindungi dengan ketat, masyarakat yang menggunakan masker, dan jam operasional sesuai aturan. Hal yang sama juga terjadi di tempat wisata.

Meski demikian dia menemukan masih lemahnya penerapan physical distancing dan masih ada tempat wisata yang hanya melakukan scan Peduli Lindungi pada perwakilan saja. Hal ini tentunya akan menjadi evaluasi lebih lanjut kepada seluruh pemangku kepentingan di masing-masing daerah dan sektor tersebut.

Namun, di lain tempat kami juga menemukan beberapa pelanggaran di lapangan utamanya terjadi pada beberapa restoran dan beach club yang ada di wilayah Bali. Beach Club dan Bar beroperasi tanpa pembatasan kapasitas, tidak ada physical distancing, dan tidak ada enforcement dari pihak pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas.

“Tidak ada paksaan untuk scan QR Code Peduli Lindungi, sehingga angka tidak merepresentasikan kondisi lapangan. Mengenai hal ini kami meminta kepada Pemerintah Daerah untuk berperan aktif dan tegas dalam menindak pelanggaran seperti ini dan mewajibkan seluruh pengelola agar memiliki QR Code Peduli Lindungi dan juga memastikan agar para tamu melakukan scan barcode tersebut,” terangnya.

Bukan hanya di wilayah Bali, tim juga menemukan beberapa Bar dan Klub Malam di Kota Bandung masih beroperasi di luar ketentuan diantaranya melebihi batas ketentuan jam operasional, melebih batas kapasitas maksimum dan mengabaikan ketentuan pengisian Peduli Lindungi. Mereka juga melakukan berbagai cara untuk mengelabui petugas di antaranya mematikan lampu depan, memisahkan tempat parkir mobil dari lokasi hingga tidak memperbolehkan pengunjung untuk mengambil gambar.

Pertumbuhan Ekonomi

Keberhasilan menurunkan kasus dengan cepat dan pembukaan yang dilakukan secara bertahap mampu menahan perlambatan perekonomian. Realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan III sebesar 3,5 persen lebih tinggi dari perkiraan awal sebelum PPKM diterapkan.

Selain itu dia melihat dampak PPKM Jawa Bali terhadap penurunan konsumsi Rumah Tangga, Investasi, dan Industri Pengolahan lebih rendah dibandingkan dengan periode PSBB serta pulih lebih cepat.

“Kami memperkirakan pemulihan ekonomi ini baru sepenuhnya akan terlihat pada triwulan IV/2021 sehingga pertumbuhan ekonomi dapat lebih tinggi dari 5 persen pada triwulan IV/2021," tekannya.

Sumber : bisnis.com