Advertisement
Australia Bakar 3 Kapal Nelayan Ilegal Indonesia
Ilustrasi- Kapal nelayan melintas dengan latar belakang matahari terbit di perairan Selat Malaka, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4 - 2020). /Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pihak Keamanan Perbatasan Australia (ABF) menangkap 16 kapal ilegal dan membakar tiga kapal nelayan asal Indonesia, serta menyita ratusan kilogram hasil tangkapan mereka.
ABF kemudian merilis foto-foto yang menunjukkan kapal kecil berwarna-warni terbakar di laut setelah operasi tiga hari di dekat Rowley Shoals Marine Park di lepas pantai utara Australia Barat.
Advertisement
Tindakan tersebut terjadi setelah operator tur lokal membunyikan alarm tentang lusinan kapal asing di daerah tersebut kemarin. Mereka khawatir akan terjadi pembajakan atas kapal wisatawan.
BACA JUGA : Puluhan Nelayan Ikut Lomba Tangkap Ikan di Perairan
Laksamana Muda Mark Hill, yang mengepalai Komando Perbatasan Maritim, mengatakan tiga kapal hancur dibakar dan 13 lainnya dikawal keluar dari perairan Australia.
"Kami memiliki akhir pekan yang sibuk, kami menemukan 16 kapal yang menangkap ikan secara ilegal dan meresponsnya bersama dengan WA Fisheries," katanya.
Dia mengatakan tindakan itu menunjukkan tekad negaranya untuk melawan penangkapan ikan ilegal, tidak hanya di daerah Rowley Shoals, tetapi di seluruh bagian utara Australia.
Kapal patroli HMAS Larrakia turut bergabung dengan kapal otoritas perikanan Australia lainnya dalam mencegat kapal ilegal di lepas pantai barat laut Australia.
Peralatan penangkapan ikan disita dari kapal itu sebelum dibawa keluar dari perairan Australia. Total 630 kilogram teripang disita oleh aparat ABF.
Laksamana Hill mengatakan para nelayan Indonesia tampaknya tidak terkejut dengan penangkapan tersebut.
"Mereka sudah terbiasa dan kami melihat beberapa pelakunya wajah lama,” katanya seperti dikutip ABC.net.au, Senin (8/11/2021).
Pada umumnya para nelayan itu cukup patuh dan tidak agresif. Mereka melakukan apa yang kami minta, ujarnya. Tidak ada nelayan yang ditahan atau diadili dan langkah itu merupakan opsi yang sebelumnya ditempuh oleh pihak berwenang.
BACA JUGA : Musim Hujan Tiba, Nelayan Samas Nantikan Bawal Laut
Laksamana Hill mengatakan peningkatan penangkapan ikan ilegal didorong oleh faktor ekonomi di Indonesia, bukan lemahnya penegakan hukum oleh otoritas Australia karena masalah keamanan Covid-19.
Petugas menaiki kapal ilegal itu dengan menggunakan APD untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Imsak, Subuh hingga Buka Puasa Jogja Sabtu 14 Maret 2026
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026 dari Palur hingga Tugu
- Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 14 Maret 2026 dari Tugu ke Palur
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 14 Maret 2026
- Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026, Cek Rutenya
- 5 Aplikasi Saham Terpercaya untuk Pemula 2026
- 6 Rekomendasi Aplikasi Investasi Saham Terbaik 2026
Advertisement
Advertisement






