Advertisement

Korban Bom Bunuh Diri Mapolresta Solo Peluk Erat Bandar Aksi Teror

Kurniawan
Kamis, 04 November 2021 - 17:27 WIB
Budi Cahyana
Korban Bom Bunuh Diri Mapolresta Solo Peluk Erat Bandar Aksi Teror Anggota Polresta Solo yang juga korban aksi bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo pada 5 Juli 2016, Ipda Bambang Adi Cahyanto, berpelukan erat dengan Munir Karton, pendana aksi teror, Kamis (4/11/2021) siang, di Balai Kota Solo. - JIBI/Solopos.com/Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO—Permintaan maaf dari Munir Kartono, bandar bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo pada 5 Juli 2016, disambut Ipda Bambang Adi Cahyanto, yang menjadi korban aksi teror tersebut.

Bahkan laki-laki yang kini bertugas di Satuan Narkoba Polresta Solo itu dengan lapang dada berpelukan dengan Munir. Peristiwa itu terjadi saat Munir meminta maaf pada Kamis (4/11/2021) siang.

Advertisement

BACA JUGA: Korupsi di Kalurahan di Gunungkidul Makin Marak, Kini Ada Proyek Fiktif di Getas Playen

Momentum langka tersebut disaksikan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka; Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Koorwil Deradikalisasi Bina Masyarakat BNPT Provinsi Jawa Tengah (Jateng), M. Arifin Bahtiar, serta Kasubdit Sosialisasi Direktorat Idensos Densus 88, Kompol Jin Briliant. “Saya Ipda Bambang Adi Cahyanto selaku korban bom di Mapolresta 2016 dengan ikhlas dan tulus hati Mas Munir, saya memaafkan panjenengan,” ujar dia.

Menurut Bambang, tidak hanya dirinya yang telah memaafkan tindakan Munir yang mendanai aksi bunuh diri oleh Nur Rohman tersebut. Seluruh anggota keluarga Bambang, serta rekan-rekannya di jajaran Polresta Solo, juga sudah memberi maaf.

Bambang mengajak Munir untuk bersama-sama membantu terciptanya situasi dan kondisi yang aman dan damai di Solo. “Tidak hanya di Solo, tapi mari kita sama-sama tebar kebaikan, mari kita tebar kedamaian di dunia,” seru dia.

Seusai menyampaikan tanggapannya atas permintaan maaf Munir, mereka bersalaman dan berpelukan. Munir yang sedari awal merasa sangat bersalah atas perbuatannya, kembali tak mampu menahan air mata yang menetes.

Bambang pun mencoba menguatkan hati Munir dengan menepuk-nepuk pundaknya. Namun tetap saya Munir tak kuasa menahan tangis. Tangannya sibuk menyeka air mata yang tidak mampu dibendungnya.

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Panglima TNI Kaji Penunjukan Perwira Aktif Jadi Penjabat Bupati

Jogja
| Rabu, 25 Mei 2022, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Senin, 23 Mei 2022, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement