Karhutla Kalimantan Meluas, Kemendikdasmen Siapkan Aturan Belajar Daru
Kemendikdasmen siapkan pembaruan aturan belajar darurat akibat karhutla Kalimantan. Sebanyak 571.338 murid telah mengikuti PJJ.
Warga melihat debit air yang deras, di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021). Tingginya intensitas curah hujan di kawasan Puncak, Bogor menyebabkan tinggi permukaan air di Bendung Katulampa mengalami kenaikan mencapai 100 cm atau siaga tiga sehingga warga yang berada di bantaran sungai Ciliwung, Jakarta harus mewaspadai terjadinya banjir./Antara
Harianjogja.com, SOLO - BMKG memprediksi adanya peningkatan curah hujan berpotensi banjir di beberapa wilayah di Indonesia.
Hujan yang akan terjadi pun diperkirakan berstatus lebat disertai angin dan guntur, selama satu bulan ini.
Beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Banten, hingga Kalimantan Tengah dan Selatan diprediksi akan mengalami banjir dan banjir bandang.
Terdapat enam daerah yang dinyatakan masuk ke dalam kategori Siaga (di atas Waspada dan di bawah Awas) dalam peta prakiraan cuaca.
Sebanyak enam daerah tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Mereka termasuk di antara sepuluh wilayah dengan potensi dampak hujan lebat dengan kategori Siaga.
Sebanyak empat daerah lainnya yang memiliki status yang sama yakni Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung.
BMKG memetakan potensi dampak hujan lebat berupa banjir dan banjir bandang itu berdasarkan perkiraan atau potensi curah hujan sepanjang seminggu ke depan atau 31 Oktober-6 November mendatang.
BMKG memprediksi, hujan intensitas sedang sampai lebat akan meliputi seluruhnya 33 wilayah provinsi di Indonesia. Hanya Kalimantan Utara satu-satunya provinsi yang tidak disebutnya.
"BMKG memonitor perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia, dimana saat ini diindikasikan terdapat potensi signifikansi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia," bunyi keterangan di akun Twitter @InfoHumasBMKG.
Hasil analisis terhadap dinamika atmosfer terkini, BMKG menjelaskan, menunjukkan adanya potensi belokan dan perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas.
Kemudian ada peningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kemendikdasmen siapkan pembaruan aturan belajar darurat akibat karhutla Kalimantan. Sebanyak 571.338 murid telah mengikuti PJJ.
Sekitar lima hingga tujuh perusahaan berminat berinvestasi di kawasan industri Piyungan, Bantul. Namun, status kawasan masih menunggu kepastian pusat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.