Menhut: Hutan Harus Jadi Pertumbuhan Ekonomi Baru Lewat Green Growth
Menhut Raja Juli Antoni mendorong sektor kehutanan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep green growth tanpa mengabaikan kelestarian hutan.
Warga melihat debit air yang deras, di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021). Tingginya intensitas curah hujan di kawasan Puncak, Bogor menyebabkan tinggi permukaan air di Bendung Katulampa mengalami kenaikan mencapai 100 cm atau siaga tiga sehingga warga yang berada di bantaran sungai Ciliwung, Jakarta harus mewaspadai terjadinya banjir./Antara
Harianjogja.com, SOLO - BMKG memprediksi adanya peningkatan curah hujan berpotensi banjir di beberapa wilayah di Indonesia.
Hujan yang akan terjadi pun diperkirakan berstatus lebat disertai angin dan guntur, selama satu bulan ini.
Beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Banten, hingga Kalimantan Tengah dan Selatan diprediksi akan mengalami banjir dan banjir bandang.
Terdapat enam daerah yang dinyatakan masuk ke dalam kategori Siaga (di atas Waspada dan di bawah Awas) dalam peta prakiraan cuaca.
Sebanyak enam daerah tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Mereka termasuk di antara sepuluh wilayah dengan potensi dampak hujan lebat dengan kategori Siaga.
Sebanyak empat daerah lainnya yang memiliki status yang sama yakni Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung.
BMKG memetakan potensi dampak hujan lebat berupa banjir dan banjir bandang itu berdasarkan perkiraan atau potensi curah hujan sepanjang seminggu ke depan atau 31 Oktober-6 November mendatang.
BMKG memprediksi, hujan intensitas sedang sampai lebat akan meliputi seluruhnya 33 wilayah provinsi di Indonesia. Hanya Kalimantan Utara satu-satunya provinsi yang tidak disebutnya.
"BMKG memonitor perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia, dimana saat ini diindikasikan terdapat potensi signifikansi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia," bunyi keterangan di akun Twitter @InfoHumasBMKG.
Hasil analisis terhadap dinamika atmosfer terkini, BMKG menjelaskan, menunjukkan adanya potensi belokan dan perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas.
Kemudian ada peningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Menhut Raja Juli Antoni mendorong sektor kehutanan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep green growth tanpa mengabaikan kelestarian hutan.
DFC melihat peluang investasi di Indonesia, mulai dari energi nuklir hingga infrastruktur dan jasa keuangan.
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Sales Town Hall 2026 menjadi momentum untuk membangkitkan semangat para tenaga penjualan agar terus menciptakan prestasi yang lebih tinggi
Konsumsi serat ternyata membantu meningkatkan kualitas tidur lewat kesehatan usus dan hormon melatonin.
IHSG melemah ke 5.984 dipicu sentimen global, geopolitik, dan sikap hati-hati investor jelang keputusan The Fed.