BMKG Ingatkan Hujan Deras Rawan Banjir di Sepanjang Bulan November

Warga melihat debit air yang deras, di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021). Tingginya intensitas curah hujan di kawasan Puncak, Bogor menyebabkan tinggi permukaan air di Bendung Katulampa mengalami kenaikan mencapai 100 cm atau siaga tiga sehingga warga yang berada di bantaran sungai Ciliwung, Jakarta harus mewaspadai terjadinya banjir. - Antara
03 November 2021 10:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO - BMKG memprediksi adanya peningkatan curah hujan berpotensi banjir di beberapa wilayah di Indonesia.

Hujan yang akan terjadi pun diperkirakan berstatus lebat disertai angin dan guntur, selama satu bulan ini.

Beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Banten, hingga Kalimantan Tengah dan Selatan diprediksi akan mengalami banjir dan banjir bandang.

Terdapat enam daerah yang dinyatakan masuk ke dalam kategori Siaga (di atas Waspada dan di bawah Awas) dalam peta prakiraan cuaca.

Sebanyak enam daerah tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Mereka termasuk di antara sepuluh wilayah dengan potensi dampak hujan lebat dengan kategori Siaga.

Sebanyak empat daerah lainnya yang memiliki status yang sama yakni Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung.

BMKG memetakan potensi dampak hujan lebat berupa banjir dan banjir bandang itu berdasarkan perkiraan atau potensi curah hujan sepanjang seminggu ke depan atau 31 Oktober-6 November mendatang.

BMKG memprediksi, hujan intensitas sedang sampai lebat akan meliputi seluruhnya 33 wilayah provinsi di Indonesia. Hanya Kalimantan Utara satu-satunya provinsi yang tidak disebutnya.

"BMKG memonitor perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia, dimana saat ini diindikasikan terdapat potensi signifikansi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia," bunyi keterangan di akun Twitter @InfoHumasBMKG.

Hasil analisis terhadap dinamika atmosfer terkini, BMKG menjelaskan, menunjukkan adanya potensi belokan dan perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas.

Kemudian ada peningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia