Advertisement
Jokowi Diklaim Segera Jawab 12 Tuntutan BEM SI
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Senin (27/9/2021). Aksi demonstrasi itu menuntut pembatalan pemecatan 56 pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada 30 September mendatang. - JIBI/Bisnis.comFanny Kusumawardhani
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Presiden Joko Widodo, RI Fadjroel Rachman menyebut pemerintah akan menjawab 12 tuntutan yang disampaikan oleh BEM SI.
Fadjroel mengatakan saat ini Kantor Staf Presiden (KSP) dan Istana sedang mengolah jawaban dari tuntutan tersebut.
Advertisement
"Kami mendengar apa yang disampaikan oleh mahasiswa sudah diterima oleh Pak Moeldoko dari KSP. Dan saya dengar memang sekarang sedang diolah jawaban-jawabannya terhadap tuntutan mahasiswa tersebut," katanya di Istana Negara, Jumat (22/10/2021).
Dia menyebut, pemerintah mengapresiasi segala bentuk kritikan dan berterima kasih atas tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa pada aksi demonstrasi belum lama ini.
Massa aksi dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk '7 Tahun Jokowi Mengkhianati Rakyat' pada Kamis (21/10/2021).
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan 12 tuntutan kepada pemerintah yang diterima langsung oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
Mereka kemudian mengultimatum Jokowi segera merespons tuntutan tersebut dalam waktu 3x24 jam.
Fadjroel menyebut, selama ini pemerintah mendengar seluruh masukan maupun kritik dari mahasiswa maupun masyarakat umum. Kritik itu, ujarnya, sebagai salah satu unsur wajib pemerintah dalam membuat sebuah kebijakan.
"Pemerintah dalam buat kebijakannya itu harus dan wajib dikritik. Supaya betul-betul keputusannya berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat," katanya.
Terkait aksi demonstrasi kemarin, Fadjroel mengaku pemerintah menyambut baik. Menurutnya, aksi demonstrasi itu membuktikan bahwa demokrasi di Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Jadi kami ingin katakan bahwa adanya demonstrasi dari semua pihak, kritik, kami ingin katakan bahwa demokrasi di Indonesia tetap berjalan dan sedang baik-baik saja. Karena kalau tidak ada kritik, demokrasi tidak berjalan di republik ini," tambah Fadjroel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- 22 Biksu Sri Lanka Ditangkap Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand
- Suhu Tembus 34C! Tangerang Raya Jadi Wilayah Terpanas Jabodetabek
- Jejak Kelam Washington Hilton: Dua Insiden Penembakan Presiden AS
- Pemerintah Keluarkan PMK 24/2026, Harga Tiket Pesawat jadi Lebih Murah
- Mensos: Data DTSEN Harus Dimulai dari Desa
Advertisement
UGM Akui Dosennya Penasihat Daycare Little Aresha Kapasitas Pribadi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Viral Balik Nama Tanah Warisan Kena Pajak? DJP Tegaskan Tak Ada PPh
- Akademisi UGM: Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran
- Sam Altman Minta Maaf, Kasus Penembakan Kanada Seret OpenAI
- Talud Sungai Jogja Rapuh, Rp4 Miliar Disiapkan untuk 5 Titik Prioritas
- Command Center MBG Resmi 17 Mei 2026 Perbaiki Tata Kelola
- Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 27 April 2026, Tarif Rp8.000
- Klinik Satelit Makkah Siaga Layani Jamaah Haji 2026
Advertisement
Advertisement








