Startup Bidang Kesehatan Tumbuh Signifikan saat Pandemi

Telemedicine
20 Oktober 2021 07:17 WIB Ahmad Thovan Sugandi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Selama pandemi Covid-19  perusahaan rintisan sektor kesehatan mendapatkan momentum dan mulai digadang-gadang sebagai sektor yang menjanjikan. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa kesehatan menjadi sektor musiman yang akan redup setelah pandemi mereda. 

Menurut Ketua Asosiasi Healthtech Indonesia Gregorius Bimantoro, kebutuhan akan adanya healthtech tidak hanya karena pandemi.

Dia menilai momentum pandemi berperan mempercepat  pertumbuhan startup bidang kesehatan. 

"Memang ada percepatan, karena pandemi ini menuntut transformasi digital di bidang kesehatan yang selama ini tidak bisa dipercepat. Pandemi membuat adanya lompatan," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/10/2021). 

Menurut Gregorius, kendala berupa regulasi sedang berusaha dipecahkan melalui kolaborasi sejumlah pihak. Kolaborasi terdiri dari para peneliti di Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Kesehatan yang nantinya akan menghasilkan paket regulasi terkait layanan kesehatan berbasis teknologi.

 Terkait kendala pendanaan, Gregorius menyebut para investor masih mengamati dan menunggu perkembangan sektor healthtech seiring dengan meredanya pandemi. Baginya, masalah itu akan terbantu bila regulasi yang sedang disiapkan sudah berjalan.

Dia menambahkan, bahwa sektor healthtech akan terus tumbuh seiring dengan kebutuhan terhadap layanan kesehatan berbasis teknologi. Terlebih ia mengklaim bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mendukung perkembangan healthtech.

"Jika menilik digitalisasi kesehatan menurut WHO, healthtech atau digital health, sektor IT di bidang kesehatan justru digunakan sebagai basis pelayanan kesehatan yang merata seerta efisien. Bukan hanya sebagai telemadecine tapi juga sistem informasi yang nantinya dapat dikolaborasikan dengan BPJS maupun asuransi lain," ujar Gregorius.

 Terkait model B2B yang dalam waktu dekat ini mulai dicoba oleh perusahaan healthtech, Gregorius melihatnya sebagai upaya wajar.

Menurutnya hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan bisnis karena konsumen tidak hanya datang perorangan tapi juga perusahaan atau instansi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia