Positif Covid-19 Bertambah 747 Orang, Kasus di Papua Melonjak

Petugas di lokasi pemakaman pekuburan Covid-19, Buper Waena, Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/7/2021). Data pihak berwenang setempat per 17 Maret - 18 Juli 2021 menyebut dari 45 rumah sakit (RS) Pemerintah dan 16 Swasta di Papua total kasus meninggal dunia akibat Covid-19 berjumlah 634 orang dan Kota Jayapura masuk Zona Merah untuk kematian akibat Covid-19. ANTARA FOTO - Indrayadi TH
17 Oktober 2021 22:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kasus positif Covid-19 pada Minggu (17/10/2021) tercatat bertambah 747 orang. Penyebaran di Papua terus bertambah dan kini menjadi provinsi penyumbang kasus aktif terbesar kedua di Indonesia.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, jumlah paling banyak ada di Jawa Tengah (Jateng) dengan kasus aktif 2.316 orang. Penyumbang selanjutnya adalah Papua 1.766, Jawa Barat (Jabar) 1.724, DKI Jakarta 1.357, dan Lampung 1.172 kasus.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakakan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua berdampak pada peningkatan mobilitas penduduk dari Jawa dan Bali dalam rangka menghadiri dan bertanding di gelaran tersebut.

“Namun dalam pelaksanaan PON yang masih berlangsung ini tidak terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan selama acara ini digelar,” katanya pada konferensi pers virtual, Senin (11/10/2021).

Menteri Kesehatan Budi Sadikin menjelaskan bahwa dari hasil pengamatan, penyebab terjadinya penularan akibat tempat penginapan. Umumnya satu kamar ditempati empat atlet. Saat makan pun terjadi kerumunan.

Hal tersebut, terang Budi, akan menjadi catatan untuk ke depannya apabila Indonesia akan mengadakan kegiatan besar serupa.

“Selanjutnya kami amati disiplin protokol kesehatan juga masih bisa ditingkatkan terutama diberikan wewenang yang lebih besar pada Satgas Covid-19 di daerah,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh secara nasional sebanyak 1.086 dan meninggal 19 orang. Ini membuat ada penurunan kasus aktif 358 orang. Dengan begitu, tersisa 18.388 kasus.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia