Advertisement
Myanmar Tidak Diundang di KTT pada Oktober, Ini Alasannya
Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (kanan) menghadiri KTT ASEAN di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta, Sabtu (24/4/2021). KTT ASEAN yang pertama kali dilakukan secara tatap muka saat pandemi COVID-19 tersebut salah satunya membahas tentang krisis Myanmar. ANTARA FOTO/HO - Setpres/Muchlis Jr
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Brunei Darussalam sebagai Ketua Asean 2021 memutuskan tidak mengikutsertakan Myanmar pada KTT Asean ke-38 dan 39 dan meminta negara tersebut untuk menyelesaikan masalah dalam negerinya terlebih dahulu.
Kendati menggarisbawahi bahwa Myanmar tetap menjadi anggota keluarga Asean yang penting, situasi di Myanmar telah berdampak pada keamanan kawasan dan juga persatuan, kredibilitas, dan sentralitas Asean.
Advertisement
"Khususnya dalam membangun dialog konstruktif di antara semua pihak terkait, beberapa negara anggota Asean merekomendasikan agar Asean memberi ruang kepada Myanmar untuk memulihkan urusan dalam negerinya dan kembali normal sesuai dengan kehendak rakyat Myanmar," seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Brunei Darussalam, Jumat (15/10/2021).
Ketua Asean juga menyinggung masih belum cukupnya progres dari Myanmar dalam melaksanakan 5 Poin Konsensus yang dirumuskan bersama Asean pada saat pertemuan di Jakarta pada April.
Asean berpandangan bahwa Utusan Khusus Asean juga harus menghindari keterlibatan dengan pihak-pihak yang sedang menjalani proses hukum, seperti Daw Aung San Suu Kyi dan U Win Myint, serta mereka yang dinyatakan sebagai entitas ilegal dan melanggar hukum, seperti Komite Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) dan Tentara Pertahanan Rakyat (PDF).
Asean tidak mencapai kesepakatan untuk menerima permintaan perwakilan NUG sebagai representatif dari Myanmar untuk bergabung pada Asean Summits ke-38 dan 39 pada Oktober 2021. Hal ini berarti bahwa pemimpin junta Myanmar juga dikecualikan.
Seperti diketahui, Asean memiliki prinsip untuk tidak mencampuri urusan anggota lain dan lebih mengutamakan pendekatan.
"Rapat menerima keputusan untuk mengundang perwakilan non-politik dari Myanmar pada KTT mendatang, sambil mencatat keberatan dari perwakilan Myanmar."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kasus Campak Naik, Nakes di Daerah Rawan Diprioritaskan Vaksin
- PBB Pastikan Gugurnya TNI di Lebanon Akibat Serangan Tank Israel
- Pernyataan Trump Terkait Gencatan Senjata dengan Iran
- Harga Minyak Dunia Anjlok Seusai Keputusan Gencatan Senjata AS-Iran
- Harga Avtur Naik, Prabowo Pastikan Biaya Haji Tak Bertambah
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Menkeu Tegaskan Kebijakan BBM Subsidi Atas Arahan Presiden
- Hasil Real Madrid vs Bayern Skor 1-2, Harry Kane Bungkam Bernabeu
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Berangkat dari Stasiun Palur, 8 April
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- Prediksi Madrid vs Bayern: Rekor, Head to Head, dan Susunan Pemain
Advertisement
Advertisement








