Survei: Elektabilitas PDIP & Golkar Tertinggi, Puan & Airlangga Jeblok

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. - Antara
08 Oktober 2021 14:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Partai Golkar mengalami kenaikan elektabilitas. Golkar berhasil menggeser Gerindra dengan tingkat keterpilihan dari 8,4 persen menjadi 11,3 persen. Angka tersebut berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Elektabilitas Golkar tersebut menempati urutan ke dua setelah PDIP yang mencatatkan dukungan tertinggi yakni 22,1 persen.

Kendati secara partai memiliki dukungan tinggi, namun elektabilitas elit di kedua partai tersebut masih cukup rendah. Puan Maharani elit PDIP hanya memiliki elektabilitas 1,7 persen. Sementara Airlangga Hartarto, lebih jeblok lagi yakni di angka 0,5 persen.

PDIP masih lebih beruntung karena salah satu kadernya yakni Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas yang cukup tinggi.

Adapun Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan, bahwa dalam 2 tahun terakhir atau sejak Pemilu 2019 elektabilitas dua partai besar yakni PDIP dan Gerindra cenderung menurun berdasarkan hasil survei.

“Pada Maret 2020, PDIP mendapatkan 25,9 persen suara atau dukungan publik. Kemudian, pada hasil survei terakhir, September 2021 hanya mendapat 22,1 persen,” katanya dikutip dari YouTube SMRC TV, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Ini Penyebab Pengeroyokan di Diskotek Sleman yang Tewaskan Satgas PDIP

Hal yang sama juga dialami Partai Gerindra pada Maret 2020 mendapatkan dukungan 13,6 persen, tapi pada hasil survei terakhir turun menjadi 9,9 persen.

Peningkatan elektabilitas justru dialami Partai Golkar yakni dari sebelumnya mendapat dukungan 8,4 persen menjadi 11,3 persen pada September 2021.

Elektabilitas Parpol Lain?

Sementara itu, partai lainnya seperti PKS, PKB, Demokrat, dan NasDem juga mengalami kenaikan elektabilitas berdasarkan hasil survei pada periode tersebut.

“PPP cenderung stagnan dari 2,4 persen menjadi 2,3 persen, dan PAN dari 2,3 persen menjadi 1 persen,” katanya.

Adapun, survei opini publik ini dilakukan pada 15 - 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung.

Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sekitar 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber : bisnis.com