Advertisement

Menparekraf: Industri Batik Serap 200.000-an Tenaga Kerja

Newswire
Minggu, 03 Oktober 2021 - 07:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Menparekraf: Industri Batik Serap 200.000-an Tenaga Kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/9/2021). - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebut industri batik berhasil menggerakkan ekonomi masyarakat dengan menyerap lebih dari 200.000 tenaga kerja.

“Industri batik mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 200.000 orang pada lebih dari 47.000 unit usaha yang tersebar di 101 sentra industri batik,” kata Sandiaga dalam webinar Meningkatkan Mutu Batik Kekayaan Nusantara yang dipantau secara daring di Yogyakarta, Sabtu (2/10/2021).

Dalam webinar yang digelar Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Kemenparekraf/Bekraf, dan PT Pupuk Kaltim itu, Sandiaga menuturkan bahwa batik mulai bergerak dari seni tradisi hingga menjadi seni modern.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Terdapat lebih dari 5.849 motif batik Indonesia dari Aceh hingga ke Papua. Batik juga kaya akan keberagaman warna, desain, dan cara mencanting.

Seiring dengan semakin banyak dikenakan dalam kehidupan sehari-hari, menurut dia, batik menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Baca juga: Hasil Studi: Jadi Follower Artis Bikin Rusak Jiwa Remaja

Kepala BSN Kukuh S. Achmad menuturkan, sebagai industri kreatif dengan potensi pasar yang menjanjikan, diperlukan strategi menghadapi tantangan era industri ekonomi kreatif ini agar produk batik Indonesia dapat bersaing di pasar global.

Dengan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi atas mutu batik, menurut Kukuh, peran Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi semakin penting.

“Pemerintah memiliki kewajiban mendorong produsen batik untuk meningkatkan kualitas batik melalui penerapan SNI,” kata dia.

Advertisement

Kukuh menjelaskan bahwa BSN berkewajiban menyediakan SNI dan skema penerapan, pembinaan, dan fasilitasi sertifikasi.

“Selain berperan memberikan perlindungan kepada masyarakat, SNI juga menjadi panduan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia,” kata Kukuh.

BSN sendiri telah berupaya melestarikan batik dan produk batik dengan menetapkan 32 SNI batik dan produk batik yang disusun oleh Komite Teknis 59-03 Batik dan produk batik.

Advertisement

Batik yang merupakan aset ekonomi kreatif di bidang kerajinan didominasi oleh sektor UMKM yang tersebar di 101 sentra usaha yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dengan ber-SNI, berarti batik telah memiliki kepastian kualitas sesuai standar, yang diakui secara nasional, maupun secara internasional,” ujarnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

DPRD Kulonprogo Godok Raperda Pembangunan Kepemudaan, Dinilai Jadi Akselerasi Kemajuan Daerah

Kulonprogo
| Selasa, 27 September 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement