Kaya Fislosofi, Ini Ragam Batik Khas Pura Pakualaman Jogja

Ilustrasi batik. - Bisnis Indonesia/Rachman
02 Oktober 2021 22:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Batik memiliki ragam yang berasal dari berbagai budaya di Indonesia termasuk Jogja.

Salah satunya adalah batik warisan Kerajaan Yogyakarta Puto Pakualam. Pura Pakualaman sendiri, merupakan sebuah istana kerajaan selain Kraton Ngayogyakata Hadiningrat. Istana ini memiliki ragam batik khasnya sendiri.

Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRA) Adipati Paku Alam menjelaskan Babaran batik paku alaman saat ini, berkiblat pada corak batik Yogyakarta. Pewarnaan batik di Pura Paku Alaman juga menggunakan warna khas batik Jogja dengan mengusung warna biru tua, hitam, putih, dan sogan.

Ragam Batik Pakualaman punya ciri khas yang menonjol yakni batik naskah. Motif batik naskah tercipta dari gambar dan teks naskah-naskah kuno, jelas dia pada acara 'Membatik Bersama Mendunia' yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Batik Nasional.

Batik naskah dikembangkan dan dikombinasikan dengan motif klasik Jogja seperti parang maupun kawung, guna mempertahankan corak. Menurut GKBRA Adipati Paku Alam ada beberapa batik khas dari Puro Pakualaman.

Batik Wiloyo Kusumojono

Batik ini diambil dari naskah sestradisuhul. Dari naskah tersebut kemudian ditransformasikan menjadi batik. Batik Wiloyo Kusumojono mengandung sebuah filosofi. "Barang siapa yang tidak marah jika dihina dan tinggi hati saat dipuji niscaya akan jadi pribadi unggul selayaknya bunga yg harum baunya" Ujar GKBRA Adipati Paku Alam.

Batik Indra Widagdo

Batik Indra Widagdo merupakan batik dari seri Asthabrata dengan naskah sestradisuhul, bergambar wedono renggan tentang Batara Indra.

Batik ini mengandung filosofi yang meneledani seorang Batara Indra. Menurut GKBRA Adipati Paku Alam, Batara Indra adalah sosok yang sangat peduli akan pendidikan. Seorang pemimpin diharapkan selalu memperhatikan pendidikan orang-orang yang ia pimpin, serta memberi kesempatan untuk maju dan berkembang.

Batik Yama Linapsih

Batik ini jug masih berasal dari seri Asthabrata dengan naskah sestradisuhul wedono renggan tentang Batara Yama. Batik Yama Linapsih mengandung makna filosofi mengenai seorang pemimpin digambarkan harus bersifat adil dan tegas dalam menegakan hukum. Sifat ini merupakan teladan dari Batara Yamam

Dijelaskan oleh GKBRA Adipati Paku Alam semua jenis kejahatan kecil maupun besar akan ditimbang secara adill baik itu kejahatan fisik maupun intelektual. Penerapan hukuman melalui seluruh elemen baik masyarakat, abdi, maupun anggota keluarganya.

Batik Candra Kinasih

Masih dalam seri Asthabrata dengan naskah sestradisuhul, wedono renggan tentang Batara Candra. Batik Candra Kinasih mengandung pesan mengenai seseorang pemimpin seharusnya selalu menebarkan kasih kepada semua makhluk ciptaan Tuhan.

Hal ini bertujuan agar kerajaan yang dipimpin menjadi rukun dan tentram sehingga mencapai keseimbangan alam. Menurut GKBRA Adipati Paku Alam cinta kasih ini merupakan teladan dari Batara Candra yang dilambangkan dengan bunga soma.

Batik Bayu Krastala

Batik Bayu Krastala berasal dari seri Asthabrata dannaskahnya sestradisuhul wedono renggan tentang Batara Bayu. Batik ini mengandung teladan kegigihan seorang Batara Bayu. Seorang pemimpin diisyaratkan memiliki keteguhan hati dan tidak mudah terhasut.

Keteguhan sikap dari Batara Bayu membuat rakyat tidak bertindak semena-mena, tunduk, dan patuh pada pemimpin karena beliau adalah pemimpin yang tegas dan konsisten.

Batik Pepadan Dandang Gulo Sari Bremono

Batik ini diambil dari pepadan atau tembang dandang gulo. Motif batik Pepadan Dandang Gulo Sari Bremono terinspirasi dari pepadan dandang gulo yang memiliki makna kewibawaan dan mengandung nasihat Brahmana.

Siapapun yang memakai kain bermotif pepadan dandang gulo sari bremono ini diharapkan dapat membuat sang pemakai tampil lebih anggun, berwibawa dan sanggup menjalankan perintah kebaikan dari para brahmana.

Dalam wawasan batik yang dibagikan oleh GKBRA Adipati Paku Alam, beliau juga menuturkan bahwa penciptaan Batik Pakualaman tidak hanya bersumber dari naskah kuno atau mutrani batik klasik saja. Namun bisa juga terinspirasi dari flora dan fauna di Pura Pakualaman serta benda pusaka.

Artikel ini telah terbit di Okezone.com berjudul "Mengenal 6 Jenis Batik Khas Puro Pakualaman dari Istana Kerajaan Yogyakarta"

Sumber : Okezone.com