Mumtaz Rais Bantu Buruh Gendong Pasar Beringharjo

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Mumtaz Rais saat mengunjungi buruh gendong di Pasar Beringharjo. - Ist/PAN.
29 September 2021 17:47 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Mumtaz Rais melakukan sejumlah kunjungan di wilayah DIY. Ia bersama istri Zulya menyambangi para buruh gendong di Pasar Beringharjo sekaligus memberikan paket bantuan.

Ketua POK DPP PAN Mumtaz Rais menjelaskan kedatangannya ke Pasar Beringharjo untuk memberikan bantuan kepada para buruh gendong di pasar tersebut. Mereka ikut terdampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung usia dengan penghasilan yang termasuk rendah. Meski pun saat ini sudah memasuki PPKM Level 3 namun kondisi perekonomian belum sepenuhnya membaik.

BACA JUGA : Ditanya Soal Mundur dari Cabup Sleman, Mumtaz Rais

“Semangat kami adalah untuk terus membantu, karena dengan ini yang menjadikan kami lebih kuat, memutar otak, menciptakan ide-ide kreatif untuk membantu dan mensejahterakan masyarakat terdampak pandemi, salah satunya membantu buruh gendong,” kata pria yang akrab disapa Bang Jago ini, Rabu (29/8/2021).

Adapun bentuk bantuan berupa paket kesehatan serta sejumlah uang tunai. Selain itu, Mumtaz dan Zulya memborong dagangan para ibu-ibu terutama buruh gendong di Pasar Beringharjo tersebut dengan harapan dapat membantu menghabiskan dagangan mereka. Ia memiliki motivasi tersendiri ketika melihat kerja para buruh gendong sebagai profesi yang tergolong cukup tua di Kota Jogja.

“Kami berkomunikasi langsung dengan para ibu buruh gendong, mereka bekerja dengan menggendong belanjaan orang lain, sejak sebelum matahari terbit hingga menjelang matahari terbenam. Berat gendongan kalau cerita mereka, bisa mencapai 50 sampai 100 kilogram dalam sekali gendong. Kadang bisa sampai 10 kali gendong, kalau sepi mereka menawarkan jasanya dengan berkeliling,” ujar putra dari tokoh Amien Rais ini.

Ia menegaskan kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terutama di saat pandemi ini. “Untuk semua sedulur di tanah air, jangan pernah patah semangat, masih ada harapan untuk bangkit,” katanya.