Sebaran Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Jangkau Bengkulu
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi saat menyampaikan keterangan pers terkait hasil pertemuan KTT Ke-37 Asean di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 14 November 2020 - Youtube Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA-Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan akan menghapuskan ketidakadilan dan diskriminasi dalam penanganan pandemi Covid-19.
Hal itu disampaikan dalam YouTube dalam Peringatan 20 Tahun Deklarasi Durban di New York, Amerika Serikat, dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (22/9/2021) waktu setempat.
Hal itu ditegaskan Menlu RI melalui "Hampir enam miliar dosis vaksin telah diberikan secara global, tetapi hanya sekitar dua persen yang telah diberikan di Afrika dibandingkan dengan hampir 80 persen di negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah ke atas. Ini menunjukkan ketidaksetaraan yang mendalam dalam respons terhadap pandemi Covid-19," ujarnya melalui siaran langsung TV PBB, Kamis (23/9/2021).
Lebih lanjut, Retno menyebutkan saat ini masih ada diskriminasi terhadap jenis vaksin tertentu juga memperlebar jurang ketimpangan dan menciptakan pemulihan yang tidak merata antarnegara.
Menurutnya, pada saat kritis ini kesetaraan vaksin adalah ujian moral terbesar di hadapan komunitas global.
Baca juga: Siapkan Ribuan Dosis, Bantul Sasar Pekerja Industri yang Tercecer dari Vaksinasi
"Sejalan dengan seruan Deklarasi dan Program Aksi Durban untuk kesetaraan dan non diskriminasi, kita harus memastikan bahwa semua orang di mana pun dapat divaksin lebih cepat," ujarnya.
Dia melanjutkan, dalam mempromosikan solidaritas, Deklarasi dan Program Aksi Durban menyerukan kepada semua negara untuk bertindak dalam solidaritas karena tindakan sepihak tidak akan membantu sama sekali.
"Tidak ada satu negara pun yang dapat menghadapi pandemi ini sendirian, sekarang saatnya untuk mengesampingkan perbedaan dan memfokuskan energi kita untuk mengatasi pandemi bersama," kata Menteri Retno.
Menurutnya, selama pandemi Covid-19 semua orang melihat tren misinformasi yang menunjukkan kebingungan serta kebencian di masyarakat yang dibiarkan tidak terselesaikan.
"Tren misinformasi tersebut dapat mengganggu persatuan kita dan melemahkan respons pandemi kita," katanya.
Dia mengatakan, kerja sama internasional yang kuat diperlukan untuk memberikan informasi yang akurat tepat waktu dan mencegah kesalahan informasi.
"Inti dari Deklarasi dan Program Aksi Durban akan terus diuji dari waktu ke waktu. Hari ini tantangan Covid-19, besok akan ada tantangan lain. Jika kita berhasil, itu akan menjadi bukti bahwa Deklarasi dan Program Aksi Durban tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman dalam mencapai dunia yang bebas dari segala bentuk diskriminasi," tutur Retno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Pilur Bantul 2026 digelar di 30 kalurahan dengan 87 calon lurah dan 304.045 pemilih. Simak jadwal kampanye, masa tenang, hingga pencoblosan.
Cristiano Ronaldo menjadi sorotan jelang Denmark vs Portugal setelah laporan soal latihan individu dan keputusan Jorge Jesus di laga sebelumnya.
Direktur Pegadaian Ismail Ilyas berbagi pengalaman karier dan kepemimpinan kepada mahasiswa Universitas Andalas melalui sesi Alumni Calling.
Top skor Nations League 2026/2027 sementara dipimpin empat pemain, termasuk Lamine Yamal dan Erling Haaland yang sama-sama mengoleksi 3 gol.
Profil Timnas Bangladesh yang akan menghadapi Indonesia pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk Hamza Choudhury, Shamit Shome, dan Thomas Dooley