Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Turun Drastis

Ilustrasi - Antara/Oky Lukmansyah
15 September 2021 15:47 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kasus infeksi virus Corona penyebab Covid-19 di Indonesia turun drastis. Pada Selasa (14/9/2021) kasus Covid-19 harian RI 4.128 orang, kasus kematian 250 orang, dan jumlah pasien sembuh 11.246 orang.

Dipantau dari laman Worldometers.info, Rabu (15/9/2021), kasus Covid-19 RI dalam sepekan terakhir menurun. Pada periode tersebut, kasus Covid-19 tercatat 33.582 orang. Sementara, sepekan sebelumnya jumlah di angka 50.833.

Dari angka itu, maka tren kasus Covid-19 di RI menurun atau berkurang 34 persen. Kemudian, angka kematian sepekan terakhir 2.259 orang, sedangkan sepekan sebelumnya 4.133 orang. Maka, angka kematian akibat Covid-19 menurun sebesar 14 persen.

Guru Besar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama, menuturkan penurunan kasus terjadi karena upaya pembatasan sosial atau PPKM yang sangat ketat.

“Tentu saja kekebalan bisa didapat secara alamiah atau akibat vaksin, tapi pembatasan sosial ketat yang menurunkan jumlah kasus, itu sudah terjadi di berbagai tempat di dunia,” ujarnya dalam acara virtual Kuliah Pakar Magister Sains Biomedis, Universitas YARSI, Jakarta, Rabu (15/9/2021) dikutip dari Tempo.

Dia mencontohkan, di Wuhan China, tempat pertama kali SARS-CoV-2 diidentifikasi, kasus Covid-19 menurun saat belum ada vaksin, termasuk belum ada kekebalan secara alami karena memang virus baru ditemukan.

Wuhan berhasil menurunkan kasus Covid-19 tahun lalu, itu karena lockdown atau pembatasan sosial ketat.

“Jadi upaya protokol kesehatan 3M atau sekarang 5M dan 3T, plus vaksinasi itu jelas menurunkan kasus, tapi sebenarnya protokol kesehatan saja sudah cukup,” kata dia.

Protokol kesehatan yang dimaksud adalah 3M yang terdiri memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau ditambahkan dengan menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi, menjadi 5M. Sedangkan 3T merupakan upaya menekan penyebaran virus Covid-19, testing, tracing, dan treatment.

Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020 itu menambahkan bahwa mungkin ada aspek kekebalan yang berpengaruh, tapi belum cukup besar.

Sumber : JIBI/Bisnis.com