Advertisement
Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Turun Drastis
Ilustrasi - Antara/Oky Lukmansyah
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kasus infeksi virus Corona penyebab Covid-19 di Indonesia turun drastis. Pada Selasa (14/9/2021) kasus Covid-19 harian RI 4.128 orang, kasus kematian 250 orang, dan jumlah pasien sembuh 11.246 orang.
Dipantau dari laman Worldometers.info, Rabu (15/9/2021), kasus Covid-19 RI dalam sepekan terakhir menurun. Pada periode tersebut, kasus Covid-19 tercatat 33.582 orang. Sementara, sepekan sebelumnya jumlah di angka 50.833.
Advertisement
Dari angka itu, maka tren kasus Covid-19 di RI menurun atau berkurang 34 persen. Kemudian, angka kematian sepekan terakhir 2.259 orang, sedangkan sepekan sebelumnya 4.133 orang. Maka, angka kematian akibat Covid-19 menurun sebesar 14 persen.
Guru Besar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama, menuturkan penurunan kasus terjadi karena upaya pembatasan sosial atau PPKM yang sangat ketat.
“Tentu saja kekebalan bisa didapat secara alamiah atau akibat vaksin, tapi pembatasan sosial ketat yang menurunkan jumlah kasus, itu sudah terjadi di berbagai tempat di dunia,” ujarnya dalam acara virtual Kuliah Pakar Magister Sains Biomedis, Universitas YARSI, Jakarta, Rabu (15/9/2021) dikutip dari Tempo.
Dia mencontohkan, di Wuhan China, tempat pertama kali SARS-CoV-2 diidentifikasi, kasus Covid-19 menurun saat belum ada vaksin, termasuk belum ada kekebalan secara alami karena memang virus baru ditemukan.
Wuhan berhasil menurunkan kasus Covid-19 tahun lalu, itu karena lockdown atau pembatasan sosial ketat.
“Jadi upaya protokol kesehatan 3M atau sekarang 5M dan 3T, plus vaksinasi itu jelas menurunkan kasus, tapi sebenarnya protokol kesehatan saja sudah cukup,” kata dia.
Protokol kesehatan yang dimaksud adalah 3M yang terdiri memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau ditambahkan dengan menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi, menjadi 5M. Sedangkan 3T merupakan upaya menekan penyebaran virus Covid-19, testing, tracing, dan treatment.
Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020 itu menambahkan bahwa mungkin ada aspek kekebalan yang berpengaruh, tapi belum cukup besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Prediksi Lonjakan Parkir Wisata Lebaran Jogja 2026: Cek Tarif Resmi
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- 47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
- Baby Aliens Menangi Sprint Race MotoGP Brasil
- Veda Ega Pratama Optimistis Raih Podium di Balapan Moto3 Brasil
- KPK Ungkap Strategi Khusus di Balik Penahanan Rumah Yaqut Cholil
- Telur Asin Rumahan Lagi Naik Daun, Ini Cara Mudah Bikinnya
- Rest Area Penuh Saat Arus Balik, Jalur Batang Disiapkan Opsi Tambahan
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Batasi Anggaran Baru Demi Jaga APBN
Advertisement
Advertisement







