Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) harus merogoh kocek sendiri untuk mendapatkan surat bebas Covid-19 melalui tes Swab Antigen atau PCR. Komisi A DPRD Gunungkidul mendorong agar pemkab bisa memberikan fasilitas sehingga dapat memperlancar dalam pelaksanaan seleksi.
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, di dalam pelaksanaan seleksi ASN ada ketentuan surat bebas corona yang dibuktikan dengan hasil tes antigen atau PCR negatif. Surat ini wajib dibawa pada saat ujian akan dilangsungkan pada 19 September untuk CPNS dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CP3K) pada 11 Oktober mendatang.
“Surat bebas corona ini harus dicari sendiri oleh masing-masing peserta. Ini berarti, tiap peserta harus merogoh uang sendiri untuk swab antigen atau PCR,” kata Ery, Selasa (14/9/2021).
Dia pun mendorong kepada pemkab memberikan fasilitas tes secara gratis kepada peserta SKD, khususnya yang berasal dari Gunungkidul. Untuk anggaran seharusnya tidak ada masalah karena ada dana penanggulangan Covid-19. Selain itu, ada beberapa daerah yang memberikan pelayanan tes secara gratis. “Daerah lain bisa menyelenggarakan, kenapa Gunungkidul tidak?” ungkapnya.
Menurut Ery, pemberian layanan tes gratis memiliki banyak manfaat. Selain untuk meringankan bebas peserta SKD, juga untuk skrining penularan virus corona di masyarakat. “Dari tes ini akan diketahui peserta terpapar atau tidak sehingga fasilitasi itu juga untuk upaya pencegahan penularan,” katanya.
Baca juga: Aturan Anyar Diresmikan! PNS Bolos Kerja 10 Hari Akan Dipecat, Ini Rinciannya
Kepala Bidang Formasi dan Data Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul, Reni Linawati mengatakan, untuk surat bebas corona yang dibuktikan dengan hasil tes negatif antigen maupun PCR harus dilakukan secara mandiri oleh para peserta.
Untuk antigen, peserta diwajibkan tes satu hari sebelum pelaksanaan SKD. Sedangkan untuk PCR dilaksanakan dua hari sebelum pelaksanaan ujian. “Surat bebas corona ini wajib dan tidak bisa diganti, meski peserta telah memiliki bukti kartu vaksin,” katanya.
Disinggung mengenai peserta yang saat tes corona menunjukan hasil positif, Reni memastikan tidak ada masalah karena tidak kehilangan haknya untuk mengikuti SKD. Pada saat hasil keluar, lanjut dia, peserta yang dinyatakan positif diwajibkan lapor di link yang sudah disediakan.
“Hasil tesnya juga wajib dilaporkan sebagai bukti. Nantinya, laporan tersebut dijadikan dasar untuk penjadwalan ulang SKD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.