Advertisement
Banjir Rendam 1.948 Hektare Sawah Karawang, Produksi Padi Terancam
Pemukiman warga dan areal sawah terendam banjir di Karawang. ANTARA - Darryl Ramadhan
Advertisement
Harianjogja.com, KARAWANG—Meluasnya banjir akibat luapan Sungai Citarum, Sungai Cibeet, dan banjir rob membuat ribuan hektare sawah di Kabupaten Karawang terendam, memicu ancaman serius terhadap keberlanjutan produksi padi di wilayah lumbung pangan Jawa Barat tersebut.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang mencatat genangan air telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan berdampak langsung pada lahan pertanian di sejumlah kecamatan. Pendataan dilakukan seiring masih tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Karawang.
Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang, Mahmud, menyampaikan hasil pemantauan lapangan menunjukkan total 1.948 hektare areal sawah terdampak banjir. Lahan tersebut tersebar di 20 desa yang berada di tujuh kecamatan berbeda.
Sebagian besar sawah yang terendam merupakan tanaman padi seluas 1.928 hektare yang berada pada fase hari setelah tanam serta fase hari setelah semai. Kondisi ini membuat tanaman rentan mengalami gagal tumbuh jika genangan tidak segera surut.
Mahmud menjelaskan banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, ditambah banjir rob yang kerap terjadi di wilayah utara Karawang. Kombinasi faktor tersebut memperparah luasan genangan, terutama di kawasan dataran rendah.
Di tengah situasi tersebut, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang masih terus melakukan pembaruan data sawah terdampak untuk memastikan langkah penanganan dan mitigasi dapat dilakukan secara tepat.
Tak hanya sektor pertanian, banjir yang terjadi selama beberapa hari terakhir juga merendam ribuan rumah warga, sarana pendidikan, tempat ibadah, fasilitas publik, hingga kantor pemerintahan. Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah pun terganggu.
Wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan Telukjambe Barat, khususnya Desa Karangligar. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan hampir mencapai 2 meter dan memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman, seiring belum meredanya genangan air.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Kemantren Gondomanan Jogja Awasi Bank Sampah Anorganik, Ini Tujuannya
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Imlek dan Ramadan 2026 Diprediksi Dorong Penjualan UMKM
- MA Proses Pemberhentian Hakim PN Depok Tersangka KPK
- Tradisi Nyadran Dongkrak Harga Ayam Ras di Jogja
- Ketua MA Menilai OTT KPK Rusak Martabat Hakim
- Diskon 100 Persen PPN Tiket Pesawat Berlaku Maret 2026
- WHO Rilis Data, Perhimpunan Dokter Paru Ingatkan Infeksi Paru Berat
- Hoaks Ridwan Kamil Sebut Jokowi Terima Uang BJB
Advertisement
Advertisement



