Advertisement

Kabar Baik! Positivity Rate Covid-19 Indonesia Dekati Standar WHO

Akbar Evandio
Selasa, 07 September 2021 - 20:27 WIB
Bhekti Suryani
Kabar Baik! Positivity Rate Covid-19 Indonesia Dekati Standar WHO Paviliun Graha Puspa Husada Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) dr Saiful Anwar Malang, yang dipergunakan sebagai pusat penanganan dan perawatan pasien positif Covid-19. - Antara\\r\\n\\r\\n

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA –Pemerintah melaporkan tren angka positivity rate Covid-19 di DIY yang makin membaik. 

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan positivity rate di Indonesia mulai mencapai standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

“Positivity rate di Indonesia saat ini sudah mencapai sebesar 6,97 persen, sedikit lagi mencapai maksimal standar WHO, yaitu 5 persen,” ujarnya lewat siaran resmi, Selasa (7/9/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan apabila dilihat dari tingkat provinsi, maka seluruh provinsi mengalami penurunan positivity rate selama dua minggu berturut-turut, kecuali Sulawesi Barat yang sempat mengalami kenaikan kasus.

Penurunaninfeksi Virus Corona paling drastis terjadi pada Lampung yang turun sebesar 40,14 persen, Jambi turun 36,74 persen, dan Aceh yang turun sebesar 31,26 persen

BACA JUGA: Jateng Bebas dari PPKM Level 4, Ganjar: Terima Kasih Masyarakat

Selain itu, per 5 September terdapat 14 provinsi yang memiliki positivity rate yang berada di bawah standar WHO, yaitu Maluku, DKI Jakarta, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Banten, Sulawesi Utara, Sumatra Selatan, Papua, Jawa Timur, Papua Barat, Gorontalo, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebagai catatan, selama 3 minggu terakhir jumlah orang yang diperiksa secara mingguan terus mengalami peningkatan dari 600.000 menjadi 800.000 orang per minggu.

“Adanya perbaikan kondisi Covid-19 di Indonesia tentunya patut kita syukuri, tetapi jangan sampai membuat kita lengah. Belajar dari pengalaman lonjakan kasus sebelumnya  bahwa justru fase paling berat adalah ketika kasus mulai melandai, karena seluruh lapisan diuji kedisiplinan dan ketahanannya untuk mempertahankan situasi melandai tersebut,” tuturnya.

Advertisement

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Jangan Salah, DIY Punya Varietas Kopi Sendiri, Bagaimana Nasibnya di Pasaran?

Jogja
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement