Setelah Disahkan Kemenkumham, Partai Ummat Siapkan Strategi Pengkaderan

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi. - Ist.
05 September 2021 09:57 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Partai Ummat yang dibesut tokoh Amien Rais mulai menyiapkan strategi untuk melakukan pengkaderan secara internal setelah resmi mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham.

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi menyampaikan materi pengkaderan secara daring di hadapan seluruh jajaran partainya di berbagai daerah dalam Diskusi Publik dengan tema Perspektif dari Jogja untuk Indonesia 2045 tentang Pengkaderan Bangsa.

“Kami menggunakan strategi leadership engineering dalam proses perkaderan bangsa di Partai Ummat. Akan dimulai dari proses rekrutmen kader, pembinaan dan peningkatan kapasitas sampai dengan kriteria capaian,” kata Ridho dalam rilis yang diterima, Sabtu (5/9/2021).

BACA JUGA : Ketua Umum Partai Ummat Tak Lain Menantu Amien Rais 

Mantan Dosen FTI UII ini mengatakan, persoalan yang muncul ketika melakukan kaderisasi adalah lebih banyak diarahkan pada tahapan inisiasi hingga pembinaan namun lemah dalam hal evaluasi. Ridho memastikan semua tahapan sampai pada evluasi untuk kriteria capaian akan dilakukan di internal partainya.

“Selama ini perihal kaderisasi sering lemah dalam melakukan evaluasi untuk kriteria capaian, sehingga kader yang mengisi di ruang publik kualitasnya banyak yang terabaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan sebagai partai baru, Partai Ummat akan fokus dalam pengkaderan dengan menggunakan sejumlah pendekatan tersebut, sehingga diharapkan dari proses itu dapat melahirkan kader-kader bangsa yang kade paripurna. “Baik paripurna dari aspek pengetahuan, sikap dan juga paripurna dalam hal ketrampilan dalam kepemimpinan,” ucapnya.

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ridho Al Hamdi menilai partai politik kadang terjebak dengan mengabaikan pentingnya kaderisasi internal. Akibatnya tak lagi mempertimbangkan soal kualitas kandidat para calonnya yang bertarung memperebutkan kursi legislatif untuk mendapatkan suara terbanyak.

“Pragmatisme politik ini terjadi karena aturan yang telah dibuat tentang ambang batas parlemen, sehingga parpol berlomba-lomba dengan model potong kompas mencari calon yang mempunyai kepopuleran seperti artis dan tokoh masyarakat,” kata Doktor lulusan TU Dortmud University ini.

BACA JUGA : Partai Ummat Bertekad Melawan Kezaliman

Sebagai partai baru, Partai Ummat diharapkan bisa menjadi tumpuan melakukan perubahan, sehingga kaderisasi bangsa melalui partai politik bisa berjalan dengan baik. “Harapannya tentu partai politik bisa menjadi rumah besar untuk menyemai kader bangsa yang berkiprah di semua level kepemimpinan,” katanya.