Taliban Pamer Senjata yang Berhasil Direbut dari Tentara Asing

Pasukan Taliban berhasil menduduki Ibu Kota Afganistan, Kabul pada Minggu (15/8/2021) - DW.com
02 September 2021 09:17 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Taliban memamerkan beberapa senjata dan perangkat keras militer yang mereka rebut selama pengambilalihan Afghanistan dari kekuatan asing.

Sementara itu, sebuah tim dari Qatar mendarat di bandara Kabul untuk memperbaiki fasilitas yang rusak.  Perbaikan bandara untuk memberi jalan keluar bagi mereka yang ingin melarikan diri dari rezim baru.

Kedatangan tim teknis dari Qatar juga bertujuan memuluskan masuknya bantuan ke negara itu setelah selama beberapa pekan terakhir bandara  tersebut menjadi tempat evakuasi puluhan ribuan orang.

Penerbangan Qatar Airways, yang pertama mendarat di Kabul sejak Amerika Setikat (AS) menarik diri dari Afghanistan itu pada Senin (30/8/2021), membawa tim ahli teknis untuk memperbaiki fasilitas bandara yang rusak, kata seorang sumber yang dekat dengan masalah tersebut seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Hasil Rapat dengan Luhut: DIY Mendekati PPKM Level 3

Pembicaraan tentang siapa yang sekarang akan menjalankan bandara juga sedang berlangsung sebagai salah satu dari banyak tantangan yang dihadapi Taliban setelah mereka beralih dari kelompok pemberontak ke kekuasaan pemerintahan.

Dalam satu parade, barisan panjang kendaraan Humvee hijau dan kendaraan tempur lapis baja melaju dalam satu barisan di sepanjang jalan raya di luar Kandahar. Warga di tempat kelahiran gerakan militan itu banyak mengibarkan bendera putih-hitam Taliban.

Helikopter terbang di atas willayah tersebut dengan mengubarkan spanduk Taliban saat para pejuang yang menggunakan penutup kepala melambaikan tangan di bawahnya.

Setidaknya satu helikopter Black Hawk terlihat terbang di atas Kandahar yang diduga diterbangkan mantan tentara Afghanistan yang berada di bawah pengawasan Taliban.

Sebelumnya PBB memperingatkan ancaman "bencana kemanusiaan" yang parah di Afghanistan akibat dilanda perang.

Sumber : bisnis.com