Indonesia Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul

Orang-orang berlarian menuju Terminal Bandara Kabul, setelah gerilyawan Taliban menguasai istana presiden di Kabul, (16/8/2021), dalam gambar diam yang diambil dari video yang diperoleh dari media sosial. ANTARA/Jawad Sukhanyar/via REUTERS - pri.
27 Agustus 2021 10:37 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia mengutuk keras serangan bom di dua lokasi di bandara Kabul, Afghanistan kemarin, Kamis (26/8/2021) malam.

Seperti diketahui, serangan bom di bandara Kabul tersebut dilaporkan setidaknya menyebabkan 10 orang meninggal dunia. Namun data tersebut belum dikonfirmasi, demikian dilansir dari BBC.

BACA JUGA : 2 Serangan Bom Terjadi di Dekat Bandara Kabul

Melalui akun Twitternya, Kementerian Luar Negeri memberikan pernyataan resmi Indonesia atas serangan yang disebut terjadi di di luar Gerbang Abbey, tempat pasukan AS dan Inggris ditempatkan, dan di hotel terdekat. Gerbang Abbey adalah pintu masuk utama ke bandara internasional.

"Indonesia mengutuk keras serangan teroris di dekat Bandara Kabul (26/8) yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak orang," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI melalui akun Twitternya, @Kemlu_RI, Jumat (27/7/2021) 00.22 WIB.

Sebelumnya diberitakan, Pentagon mengatakan ada sejumlah korban AS dan sipil dalam apa yang merupakan serangan itu.

Ledakan terjadi setelah peringatan bahwa mungkin ada serangan militan, ketika negara-negara mengevakuasi orang-orang sebelum batas waktu 31 Agustus.

BACA JUGA : Taliban Bakar Taman Hiburan karena Ada Patung di Dalamnya

Sejak Taliban mengambil alih kota itu pada awal bulan ini, ribuan warga sipil Afghanistan dan warga asing telah berkumpul di bandara, yang memiliki sisi militer dan sipil, sangat ingin diterbangkan ke luar negeri.

Tetapi daerah di luar bandara telah menjadi tempat kekacauan sepanjang minggu ketika orang-orang bergegas menuju penerbangan evakuasi.

Sebelumnya, Kedutaan Besar AS di Kabul memperingatkan warga untuk menghindari bepergian ke bandara dan menghindari gerbang bandara, dan mendesak warga Amerika yang berada di Gerbang Abbey, Gerbang Timur atau Gerbang Utara untuk segera pergi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia