Advertisement
Anak di Bawah 12 Tahun Tetap Belum Boleh Naik Kereta
Ilustrasi - Bisnis
Advertisement
Harianjogja.com, BANDUNG - PT KAI (Persero) tetap memberlakukan aturan perjalanan untuk calon penumpang kereta api untuk menindaklanjuti aturan PPKM Level 3 yang kembali diperpanjang hingga 30 Agustus 2021.
Meski pemerintah menurunkan Level PPKM menjadi Level 3, PT KAI (Persero) menegaskan tidak ada aturan yang berubah untuk calon penumpang kereta baik kereta api lokal maupun jarak jauh.
Advertisement
VP Public Relations PT KAI (Persero) Joni Martinus mengatakan pihaknya tetap memberlakukan aturan sesuai dengan SE Kemenhub No 58 2021 dan SE Satgas Satgas Penanganan Covid-19 No 17 2021.
Berikut aturan lengkap bagi calon penumpang kereta api baik jarak jauh.
1. Penumpang harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama. Namun, bagi calon penumpang yang memiliki kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, calon pemumpang wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.
2. Penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.
3. Calon penumpang yang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu masih belum diperkenankan melakukan perjalanan.
Sementara itu, aturan perjalanan menggunakan kereta api lokal yakni :
1. Penumpang kereta lagi lokal hanya diperbolehkan bagi pekerja di sektor esensial dan sektor kritikal yang dibuktikan dengan STRP atau surat keterangan lain yang dikeluatkan oleh Pemerintah Daerah setempat atau Surat Tugas dari tempat bekerja.
2. Calon penumpang tidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen. Namun akan dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen secara acak kepada para pelanggan di stasiun.
“Syarat menggunakan KA jarak jauh dan KA lokal sejauh ini masih tetap belum ada perubahan. Namun, kami siap mengikuti jika ada perubahan ketentuan dari pemerintah,” tegas Joni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Lineup PSS Sleman vs Deltras, Duel Krusial Putaran Ketiga Sore Ini
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Jogja Cling 2026 Sasar 14 Titik Trotoar Kota Jogja
- RKPD 2027 DIY Diminta Difokuskan Tekan Angka Kemiskinan
- Dinkes Sleman Soroti Pinjol dan Bullying Picu Kasus Gangguan Jiwa
- Majestic Iftar Buffet 1O1 STYLE Malioboro Tawarkan Bukber ala Sultan
- 23.000 SPPG Dukung Program MBG, BGN Libatkan Kampus
- Jateng Kebut Perbaikan 106 Ruas Jalan Jelang Mudik
- Transisi PSEL 2028, TPST Jadi Andalan Kelola Sampah di DIY
Advertisement
Advertisement







