Advertisement
Indonesia Diminta Belajar dari AS & Waspadai Ledakan Covid-19 Secara Mendadak
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. - Antara/Hafidz Mubarak A
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Belajar dari Amerika Serikat yang tiba-tiba mengalami ledakan kasus Covid-19, semua pihak diimbau tidak boleh puas dengan tren penurunan kasus positif di Indonesia setelah diterapkannya PPKM.
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan semua elemen lapisan masyarakat tidak boleh lengah, berpuas diri bahkan beranggapan bahwa Covid-19 sudah selesai.
Advertisement
"Ingat secara keseluruhan di Indonesia maupun dunia angka statistik dari Covid-19 masih labil dan bisa meledak. Kita harus menjadikan Amerika Serikat (AS) sebagai contoh,” kata Rahmad kepada awak media, Senin (23/8/2021).
Di negara itu penurunan kasus begitu dratis, tapi begitu mudah sekali dengan cepat melonjak menjadi 100.000 sehari dan 40 orang yang gugur setiap jamnya.
Meski demikian, Politisi PDIP itu menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait dengan PPKM Level 2-4 kepada pemerintah pusat. Rahmad pun mengingatkan bahwa penting untuk melakukan evaluasi penanganan Covid-19.
"Meski evaluasi dari pemerintah menunjukkan terjadi penurunan kasus, namun kita tidak boleh kendor dengan protokol kesehatan. Apalagi sudah ada beberapa daerah yang menggunakan penyesuaian dan kita hormati karakteristik di masing- masing daerah," papar Rahmad.
Dengan adanya hasil evaluasi, Rahmad menekankan bahwa pemerintah pusat dapat memutuskan apakah akan menyerahkan penanganan dan penerapan PPKM kepada masing-masing daerah atau tidak.
Rahmad pun berharap, agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan juga gotong royong dalam menghadapi Covid-19 ini dengan menekankan pentingnya protokol kesehatan.
"Kemudian kita dorong pemerintah agar segera percepat herd immunity melalui vaksinasi dengan lebih cepat dan tepat," ujar Rahmad.
Hingga kemarin, kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 12.408 menjadi 3.979.456. Untuk, pasien sembuh bertambah 24.276 menjadi 3.546.324. Sedangkan, pasien meninggal bertambah 1.030 menjadi 126.372.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Naikkan Gaji 60 Persen Saat Perang, Strategi atau Tanda Krisis?
- BPOM Cabut Izin Edar 8 Kosmetik, Promosi Berbau Asusila
- KPK Periksa Gus Alex Terkait Korupsi Kuota Haji Seusai Penahanan Yaqut
- Ledakan Keras di Masjid Jember Saat Tarawih, 1 Jemaah Dilarikan ke RS
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
Advertisement
Arus Keluar Tol Jogja-Solo ke Jogja Naik Drastis 65 Persen
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Uber Cup 2026: Harapan Indonesia Akhiri Puasa Gelar 30 Tahun
- Misi Berat Ashley Cole: Hentikan 7 Laga Tanpa Menang Cesena
- Dua Perempuan Bobol Rumah Kosong di Kulonprogo, Motor Dibawa Kabur
- Janice Tjen Tantang Putintseva di Debut Miami Open 2026
- Anwar Usman Pamit di Sidang MK Setelah 15 Tahun Mengabdi
- MrBeast Usir Conan OBrien di Oscar 2026, Kode Host Baru?
- Hector Souto Panggil 19 Pemain Baru untuk Timnas Futsal Indonesia
Advertisement
Advertisement








