Advertisement

Serikat Buruh DIY Berharap PPKM Tak Diperpanjang

Sunartono
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 08:17 WIB
Sunartono
Serikat Buruh DIY Berharap PPKM Tak Diperpanjang Pembagian sembako untuk buruh terdampak Covid-19. - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-- Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DIY menyorot kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan meminta agar PPKM tak diperpanjang lagi. Alasannya kebijakan tersebut berdampak pada sejumlah sektor inti yang dampaknya pada rakyat kecil terutama buruh.

Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia DIY Dani Eko Wiyono menyatakan sejumlah kebijakan terkait penanganan Covid-19 yang justru berdampak pada buruh adalah pemberlakuan PPKM Darurat hingga Level 4 yang terus menerus diperpanjang. Secara umum masyarakat kehilangan kedaulatan atas akses sumber ekonomi yang sebenarnya turut menopang perekonomian negara lewat konsumsi rumah tangga. 

BACA JUGA : Sejumlah Pekerja Kehilangan Mata Pencaharian selama PPKM

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Akibat dari kebijakan ini juga berbagai sektor terdampak karena mobilitas harus dibatasi. Banyak usaha yang tutup, dampaknya pasti ke buruh, mereka ada yang berkurang penghasilannya dan banyak juga yang kehilangan pekerjaan,” terang dia dalam rilisnya, Jumat (20/8/2021).

Sebagaimana diketahui pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 4 pada 16 Agustus 2021 hingga 23 Agustus 2021. Para buruh mendesak agar PPKM tak lagi diperpanjang. Karena kebijakan ini juga berdampak pada tiga sektor inti yang ditutup aksesnya mulai dari pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan.

"Maka kami menyatakan menolak perpanjangan PPKM. Kami juga berharap agar pemerintah daerah dalam menerbitkan kebijakan lebih menyesuaikan dengan kondisi," ujarnya.

BACA JUGA : Kemenaker Tegaskan PHK saat PPKM adalah Jalan Terakhir

Dani menambahkan para buruh terdampak Covid-19 mendapatkan sejumlah bantuan donasi dari masyarakat yang peduli terhadap elemen buruh serta beberapa instansi seperti Disnakertrans DIY, Polda DIY. Bantuan tersebut mulai dari bentuk sembako, vitamin hingga alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ribuan paket tersebut telah disalurkan kepada para buruh yang secara simbolis dilakukan di kantor Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Jaban, Ngaglik, Sleman. 

“Harapannya bantuan ini bisa meringankan beban ekonomi para buruh, tentu kami berterima kasih kepada pihak yang peduli,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Profil Samekto Wibowo, Guru Besar UGM yang Meninggal Setelah Terseret Ombak di Gunungkidul

Gunungkidul
| Minggu, 25 September 2022, 08:47 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement