Untuk Pertama Kali, UMB Gelar Konferensi Komunikasi Nasional Secara Daring

Universitas Mercu Buana Program Magister Ilmu Komunikasi menggelar Konferensi Nasional Komunikasi mengambil tema 'Membangun Optimisme Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19. - Ist
18 Agustus 2021 15:27 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76, Universitas Mercu Buana Program Magister Ilmu Komunikasi menggelar Konferensi Nasional Komunikasi mengambil tema ‘Membangun Optimisme Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19", sekaligus dua kegiatan yakni Call Of Paper dan Social Volunteering.

Empat karya ilmiah terbaik mendapatkan kesempatan untuk terbit dalam Jurnal Ilmiah berbahasa Inggris dengan akreditasi SINTA 2. Dua diantaranya merupakan karya bidang komunikasi politik yang ditulis oleh karya St Arief Setiaji dan Ella Devianti Effendi sera keduanya berlatar belakang sebagai praktisi komunikasi. Demikian rilis yang diterima oleh redaksi dari panitia pada Selasa (17/08/2021), yang dikutip Harianjogja.com, Rabu (18/8/2021). 

Dalam acara yang digelar pada 14-15 Agustus 2021 itu, dikatakan kegiatan jumlah karya ilmiah yang diajukan adalah 59 peserta yang berasal dari Komunikasi Pemasaran dan Korporat, Komunikasi Media dan Industri serta Komunikasi Politik. Khusus untuk peminatan Komunikasi Politik, sebanyak 12 orang penyaji menyampaikan paparan dengan dipandu oleh moderator dosen pengajar Univeristas Mercu Buana Dr. Achmad Jamil, M.Si.

Menurut Achmad Jamil, kegiatan Konferensi Nasional Komunikasi rutin digelar oleh Universitas Mercu Buana. Namun, gelaran tahun ini cukup unik karena berlangsung secara daring. Setiap peserta, menyajikan papernya secara daring dengan dipandu masing-masing dosen sesuai dengan peminatannya.

“Kendala teknis tentu ada. Karena ini berkaitan dengan teknologi. Seperti paparan presentasi yang mendadak macet, atau koneksi internet yang tidak bagus. Justru disitu tantangannya. Pemapar terbaik adalah mahasiswa yang mampu menyampaikan pokok pikiran secara jelas, memaksimalkan hal penting dalam waktu terbatas, serta yang bisa berimprovisasi jika ada kendala teknis,” ujar Achmad Jamil.

Paper atau karya ilmiah yang disajikan di peminatan Komunikasi Politik cukup beragam mulai dari strategi komunikasi politik partai atau tokoh politik, komunikasi kebijakan publik yang didasari SKB 4 Menteri serta UU Cipta Kerja, komunikasi diplomasi masa Covid, peran lembaga swadaya masyarakat dalam mendorong kebijakan pemerintah lewat program beasiswa kuliah, peran Indonesia dalam misi pemeliharaan kedamaian dunia, hingga yang terkait langsung dengan pandemi yakni studi terkait komunikasi kelompok belajar daring di masa pandemi, serta komunikasi Polri dalam sosialisasi kebijakan larangan mudik di masa pandemi. Hasil dari karya ilmiah itu dikumpulkan menjadi buku sesuai dengan peminatan.

Dalam sajian karya ilmiah itu, St Arief Setiaji berjudul “Politik Media Dalam Pemberitaan Calon Perseorangan dalam Pilkada Serentak 2020”, serta karya Ella Devianti Effendi berjudul “Analisis Narasi Kebijakan Vaksin Covid-19 Gratis Pemerintah Republik Indonesia”. Keduanya adalah mahasiwa semester 3 Magister Ilmu Komunikasi, peminatan Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana.

Beragamnya tema paper yang dibuat menjadi angin segar bagi dunia akademis terutama di bidang komunikasi politik. Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMB Dr. Heri Budianto, M.Si. menyatakan sumbangan pemikiran akademis dalam bidang komunikasi diharapkan menjadi penunjuk arah bagi masyarakat dan pemerintah dalam menjalani krisis pandemi.

Gelaran ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa belajar secara daring bukanlah hambatan dalam menghasilkan karya-karya akademis yang berkualitas.*