Ini Mobil-mobil Bersejarah Milik Mohammad Hatta hingga Ahmad Yani

Presiden Sukarno berada di atas mobil terbuka yang sedang berjalan tengah melambaikan tangan membalas masyarakat yang berkerumun menyambutnya di pinggir jalan, diikuti dengan beberapa mobil kenegaraan lain. - Sistem Informasi Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia
17 Agustus 2021 23:17 WIB Dionisio Damara News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Hari Kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu momentum untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, termasuk kendaraan bermotor yang kerap menemani perjalanan tokoh tersebut.

Deretan kendaraan yang pernah digunakan para pahlawan ini bisa dilihat di sejumlah tempat, seperti Museum Joang’45, Monumen Lubang Buaya, hingga galeri mobil-mobil antik.

Di Monumen Lubang Buaya, misalnya, terdapat beberapa mobil yang pernah digunakan oleh nama-nama penting, seperti Mantan Presiden Soeharto dan Letnan Jenderal Ahmad Yani.

Berikut deretan mobil yang pernah digunakan oleh para pahlawan Indonesia:

1. Oldsmobile 98


Kendaraan GM Old Mobile yang menjadi mobil dinas Menteri Panglima Angkatan Darat Letnan Jendral Ahmad Yani di lingkungan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. /Antara-Andi Firdaus-am.

Oldsmobile 98 merupakan mobil yang pernah digunakan oleh Letnan Jenderal Ahmad Yani saat masih menjabat Menteri Panglima Angkatan Darat. Mobil hasil produksi General Motors tersebut kini dipajang di Monumen Pancasila Sakti. Mobil ini mulai dipasarkan tahun 1966.

Oldsmobile 98 itu sengaja dipamerkan di Monumen Lubang Buaya untuk mengenang jasa Ahmad Yani atas insiden G30S/PKI. Mobil ini sudah ada di museum tersebut sejak Mei 1989 silam.

Secara spesifikasi, mobil tersebut memiliki berat 1.896 kilogram, dengan penyematan mesin V8 silinder berbahan bakan bensin. Mesin ini mampu memuntahkan tenaga maksimum 370 ps pada 4.800 rpm dan torsi maksimum 637,0 Nm di 4.800 rpm.

Tenaga tersebut ditransmisikan ke jalan oleh penggerak roda belakang (RWD) dengan gearbox otomatis 3 kecepatan.Untuk daya henti, sistem pengereman 98 Luxury Sedan dilengkapi Drum di bagian depan dan Drum di bagian belakang.

2. Buick 8


Buick Limited 8, mobil kepresiden pertama Indonesia. /Istimewa

Buick 8 menjadi mobil yang bisa dikatakan cukup bersejarah. Mobil tersebut memiliki mesin 8 silinder berkapasitas 5.247 cc yang menghasilkan tenaga 141 hp pada 3.600 rpm.

Satu hal menarik terkait mobil Kepresidenan pertama itu adalah tidak dibeli oleh negara, melainkan ditemukan terparkir di belakang kantor Departemen Perhubungan di masa penjajahan Jepang.

Buick 8 memiliki dimensi bongsor yakni panjang 2,99 meter hingga 3,9 meter untuk 7 penumpang, walaupun sehari-hari hanya diisi Presiden Sukarno dan sopir. Pada kabin terdapat kaca pemisah antara pengemudi dan penumpang.

3. Chevrolet Fleetmaster


Jenderal Sudirman diketahui sempat mengendarai Chevrolet Fleetmaster. /oldcars.site

Selanjutnya adalah Chevrolet Fleetmaster tahun 1947 yang sempat digunakan oleh Jenderal Sudirman. Mobil ini diketahui sempat masuk pasar lelang, dan berhasil terjual di harga Rp600 jutaan.

Chevrolet Fleetmaster tahun 1947 memiliki bodi coupe notchback 2 pintu yang ditawarkan di pasar Amerika Serikat. Mobil ini memiliki tenaga sekitar 84 ps dengan kemampuan akselerasi dari 0 hingga 60 mph dalam 22 detik.

Fleetmaster adalah model menengah Chevrolet pada periode saat itu, sebanding dengan level trim Special Deluxe dari tahun-tahun sebelum perang, dengan Stylemaster menjadi varian terendah dan Fleetline menjadi tipe teratas.

Perbedaan sebagian besar diekspresikan dalam brightwork eksterior, tetapi pelapis dan fitur yang ditingkatkan seperti sunvisor juga menjadi pembeda antartipe.

4. DeSoto


DeSoto menjadi mobil dinas Wakil Presiden Indonesia pertama, Mohammad Hatta. /Antara

DeSoto ini merupakan mobil yang sempat dikendarai oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pertama, yakni Bung Hatta. Kendaraan ini dilengkapi mesin berbentuk L 6-silinder dengan transmisi 4-percepatan semiotomatis.

Menariknya, DeSoto keluaran 1942 ini sempat dijadikan angkutan umum. Hal itu terjadi ketika mobil ini sempat berpindah tangan, sebelum akhirnya dibeli lagi oleh Bung Hatta.

Pada 1942, sebanyak 24.771 unit DeSoto dikirim sebelum produksi mobil ini dihentikan ketika Perang Dunia II. Fitur menarik dari DeSoto 1942 adalah lampu depannya yang tersembunyi di dalam sepatbor dan ditutupi oleh daun jendela yang terbuka secara otomatis ketika lampu dinyalakan.

Sumber : Bisnis.com