Advertisement
Canggih! Pemilihan Perdana Menteri Malaysia Bisa Dilakukan via WhatsApp
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin (kiri) saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, Sabtu, (24/4/2021)./Antara - Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Muhyiddin Yassin resmi mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Senin (16/8/2021) setelah sekitar 17 bulan menjabat. Proses pemilihan pengganti Muhyiddin pun masih terus dilakukan dengan sejumlah penyesuaian di tengah pandemi Covid-19.
Dilansir dari Bloomberg, pada Selasa (17/8/2021), anggota parlemen Malaysia harus menyerahkan nama calon perdana menteri baru ke Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, pada Rabu (18/8/2021) waktu setempat, pukul 4 sore.
Advertisement
Berdasarkan pengumuman dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia Azhar Azizan Harun, anggota parlemen harus merahasiakan isi surat pernyataannya hingga Sang Raja memutuskan anggota parlemen mana yang mendapat dukungan mayoritas.
BACA JUGA: Merapi Masuki Fase Ekstrusi, 10 Awan Panas Muncul dalam 2 Hari
Uniknya, mereka dapat mengirimkan nama calon PM yang baru kepada pihak kerajaan melalui email, faksimili, dan bahkan WhatsApp.
Metode pemilihan seperti ini ternyata legal di Malaysia karena konstitusi memungkinkan Raja Malaysia untuk mengambil kebijakan pribadi dalam urusan kenegaraan, salah satunya pengangkatan perdana menteri.
Adapun, pengunduran Muhyiddin dari jabatan perdana menteri dikabarkan disebabkan oleh tekanan dari banyak pihak. Dia dinilai gagal mengatasi krisis di multisektor akibat pandemi Covid-19.
Namun, hingga perdana menteri baru dipilih, Muhyiddin tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara.
Di sisi lain, kendati sempat diwaranai gejolak, kali ini beberapa partai politik menunjukkan kesediaan mereka untuk mengesampingkan perbedaan mereka untuk membentuk pemerintahan yang lebih inklusif.
Kesepakatan tersebut muncul setelah Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah bertemu dengan para pemimpin partai pada hari ini, (17/8/2021) di mana dia mengingatkan mereka tentang pentingnya tetap bersatu untuk memerangi wabah Covid-19 dan menghidupkan kembali perekonomian, menurut Anwar.
“Kami masing-masing memberikan pandangan kami tetapi tampaknya ada pemahaman, konsensus untuk mengakhiri politik kami yang lama, melelahkan, dan membosankan,” kata Anwar Ibrahim setelah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Jadwal KSPN Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Ndrini 15 Maret
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Rute Trans Jogja Terbaru dan Tarifnya di DIY
- Jadwal SIM Keliling Bantul 14 Maret 2026 dan Biaya Perpanjangan
- Jadwal Bus DAMRI Bandara YIA 14 Maret 2026, Tarif Rp80.000
- Jadwal SIM Keliling Jogja Maret 2026, Ini Lokasi dan Biayanya
- Bus Jogja-Pantai Parangtritis dan Baron Mulai Rp12.000
- Cek Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 14 Maret 2026
- Jadwal Bus DAMRI Jogja-Semarang 2026, Berangkat dari Malioboro
Advertisement
Advertisement







