Herd Immunity Jadi Syarat Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Suasana gedung bertingkat dan perumahan padat penduduk di Jakarta, Rabu (31/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
15 Agustus 2021 21:17 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia masih berkutat dengan pandemi Covid-19 tahun depan. Oleh karena itu, kesehatan masih harus jadi prioritas, khususnya dalam pelaksanaan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan bahwa saat ini program vaksinasi masih sangat rendah. Apabila ekonomi Indonesia mau tumbuh, masalah ini harus segera diatasi.

“Kalau vaksinasi sudah tercapai herd immunity, walaupun mungkin pandemi masih ada, ekonomi bisa bergerak lebih leluasa sehingga beban pemerintah untuk memberi bantuan sosial, insentif, hingga relatif lebih ringan,” katanya saat dihubungi Bisnis, Minggu (15/8/2021).

Faisal menjelaskan bahwa hal tersebut berlaku juga untuk penerimaan negara. Meski masih ada pandemi, kekebalan kelompok bisa membuat pungutan pajak lebih tinggi karena dunia usaha bergerak.

Ini berarti dengan prioritas terhadap kesehatan, tambah Faisal, anggaran untuknya harus besar dan menjadi utama.

“Selebihnya baru program ekonomi yang lain. Agar kita bisa keluar dari pandemi yang berimbas kepada ekonomi kita,” jelasnya.

Besok, Presiden Joko Widodo akan membacakan nota keuangan dan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2022.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah telah menyetujui pendahuluan RAPBN serta rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2022. Kesepakatan ini penjadi pedoman pemerintah dalam penyusunan RAPBN dan RKP.

Berdasarkan asumsi makro 2022 hasil kesepakatan pemerintah dengan DPR, pertumbuhan ekonomi dipatok dalam rentang 5,2 persen sampai 5,8 persen.

Kemudian, laju inflasi yaitu 2 persen sampai 4 persen. Tingkat suku bunga surat utang negara 10 tahun 6,32 persen sampai 7,27 persen.

Nilai tukar rupiah Rp13.900 sampai Rp14.800. Harga minyak mentah Indonesia US$55 perbarel sampai US$70 perbarel,

Lifting minyak bumi 686.000 barel perhari sampai 750.000 barel perhari. Terakhir lifting gas bumi 1,031 juta barel perhari sampai 1,2 juta barel perhari.

Sumber : JIBI/Bisnis.com