Cukup 39 Menit Bersama KA Bandara YIA

Penumpang berada di dalam Kereta Api (KA) Bandara di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Rabu (8/5/2019). Saat ini KAI menyediakan KA Yogyakarta International Airport (YIA) dengan Rute Stasiun Maguwo - Wojo PP dengan pemberhentian di empat stasiun yaitu Maguwo, Yogyakarta, Wates, dan Wojomo sebagai salah satu pendukung beroperasinya bandara YIA. - Antara/Andreas Fitri Atmoko
14 Agustus 2021 20:27 WIB Rahmi Yati News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sebentar lagi Indonesia akan memiliki Kereta Api Bandara keenam yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), yaitu KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). 

Fasilitas publik ini disiapkan demi kenyamanan bersama. Kereta api ini akan melintas dan berhenti di 3 stasiun pelayanan yaitu Stasiun Tugu Yogya, Stasiun Wates dan Stasiun KA Bandara YIA dengan head way rata rata 60 menit.

"Untuk tahap awal akan terdapat 30 perjalanan KA per hari dengan waktu perjalanan 39 menit. PT Kereta Api Indonesia [Persero] atau KAI selaku operator kereta api akan menyiapkan 4 trainset dengan sistem untuk operasi, perawatan dan cadangan," demikian dijelaskan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri beberapa waktu lalu.

Di balik rencana peresmian Kereta Api Bandara YAI, ternyata ada beberapa fakta menarik dari proses konstruksinya. 

Dilansir dari akun instagram @Ditjenperkeretaapian, Sabtu (14/8/2021), pembangunan jalur ganda KA Bandara ini sudah dimulai sejak Desember 2019. Tak tanggung-tanggung, pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp1,1 triliun untuk proyek strategis nasional ini.

Tidak berhenti disitu, konstruksi jalur KA Bandara ini dibangun dengan sistem Slab On Pile (SOP) sepanjang 5,1 km yang mampu memberikan kestabilan yang lebih baik untuk konstruksi jalan yang ada di atas tanah jenuh air/tambak dan rawa. 

Sistem SOP membuat keamanan perjalanan menggunakan KA Bandara ini terjamin. Apalagi ini KA Bandara pertama yang menggunakan sistem SOP di Indonesia. Konstruksi jalur ganda ini juga terdiri dari 16 unit jembatan, 5,1 km Elevated Track, dan 300 meter At Grade. 

Zulfikri menjelaskan proses pembangunan jalur ganda ini sebentar lagi akan memasuki tahap Commissioning, yaitu tahapan yang dilakukan dengan skema Perjalanan Luar Biasa (PLB) KRDE tanpa penumpang, atau penumpang tertentu untuk keperluan teknis. 

Rencananya, tahapan tersebut akan dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021 sampai dengan 31 Agustus 2021.

Setelahnya, KA Bandara ini akan memasuki tahap Trial and Run dengan melakukan PLB KRDE dengan penumpang terbatas atau undangan. Jadwal pengoperasiannya telah disesuaikan dengan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta. 

Sumber : bisnis.com