Ini Penerima Vaksin Covid-19 Tertua di Indonesia, Usianya 100 Tahun

Benny Bernandus ( kiri), Eddy Yoshawirja (kanan) - JIBI/Bisnis.com/Janlika Putri
13 Agustus 2021 17:47 WIB Janlika Putri Indah Sari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Eddy Yoshawirja menjadi salah satu lansia penerima vaksin Covid-19. Di umur yang ke 100 tahun, Eddy dinobatkan jadi lansia tertua yang sudah menerima vaksin penuh di Indonesia.

Putranya, Benny Yoshawirja, mengungkapkan sang ayah tidak merasakan gejala apapun setelah disuntik vaksin.

"Tidak ada keluhan yang dirasakan oleh beliau setelah vaksinasi. Bapak juga vaksin tanpa ada unsur paksaan karena kami sebelumnya juga sudah konsultasi dengan beberapa dokter," kata Benny secara virtual pada acara Diskusi Media Interaktif dari KPC PEN, Jumat (13/8/2021).

Benny menceritakan dia  yang mendaftarkan ayahnya untuk disuntik vaksin. Sebelumnya, dia dan keluarga juga sudah berdiskusi apakah memungkinkan jika di usia bapaknya yang ke 100 tahun harus menerima vaksin. Pasalnya, pertimbangan Benny dan keluarga adalah untuk melindungi ayahnya dari paparan virus tersebut.

Meskipun di hari tuanya Eddy lebih banyak di rumah, namun ada tiga orang perawat yang menjaganya. Dan para perawat tersebut memiliki mobilitas yang tinggi untuk keluar masuk rumah. Maka bukan tidak mungkin bisa menularkan virus dari luar rumah kepada Eddy yang ada di rumah.

Anak-anak dan juga para pekerja yang ada di rumah Eddy sudah menerima vaksin, hanya beliau yang belum mendapatkan karena pertimbangan penyakit dan usianya.

Karena keputusan keluarga sudah bulat akhirnya Benny mendaftar ayahnya untuk vaksin Covid-19 pertama. Dia membeberkan jika pada awalnya formulir screening milik ayahnya sempat tidak lolos screening. Itu karena karena ada riwayat sakit ginjal.

Setelah Benny berkonsultasi dengan dokter umum dan internis, Eddy akhirnya diperbolehkan vaksin. Tepat pada 1 Maret 2021, Eddy menerima suntikan vaksin Covid-19 di RS Santo Borromeus, Bandung.

Namun, tepat pada 22 Juni 2021, pria bernama asli Yo Tjin Hoa itu menunjukkan hasil PCR positif. Akhirnya, dia terpaksa harus menjalankan isolasi mandiri di rumah dengan dukungan keluarga dan sekitarnya.

Setelah menjalani isolasi mandiri selama 16 hari di rumah, akhirnya Eddy dinyatakan sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

Benny bersyukur jika ayahnya sudah di vaksin Covid19, dengan begitu tubuhnya lebih kuat saat diserang Covid-19. Dia juga menceritakan jika ayahnya tertular dari orang lain saat acara keluarga.

"Jadi waktu ada suster yang sedang sakit, tapi dia tidak sadar kalau dia sendiri sakit. Dia tidak cerita apa-apa. Tapi kebetulan ada dokter keluarga yang datang melihat keadaan pak Eddy kurang sehat dan ada sedikit batuk. Akhirnya dilakukan swab untuk menyakinkan," cerita Benny.

Akhirnya setelah pemeriksaan menunjukkan positif, maka langsung dilakukan isolasi mandiri di rumah. Benny juga  mengungkapkan bahwa merasa lega karena sang ayah sudah divaksin dan berterima kasih karena pemerintah telah memberikan prioritas kepada warga lansia untuk menerima vaksin.

Dia menghimbau agar masyarakat tidak ragu untuk mendaftarkan, mengantarkan dan menemani anggota keluarga lansia mereka untuk vaksinasi. "Kalau menurut saya vaksinasi Covid-19 sangat penting dan sangat menolong para lansia," pungkasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com